Prediksi PSG vs Arsenal Leg 2, Jangan Kaget Kalau The Gunner Tidak Kalah di Paris
Duel PSG vs Arsenal leg 2 semifinal Liga Champions akan menentukan siapa penantang Inter Milan di laga final. Berikut prediksi PSG vs Arsenal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Paris – Duel PSG vs Arsenal leg 2 semifinal Liga Champions akan menentukan siapa penantang Inter Milan di laga final. Berikut prediksi PSG vs Arsenal.
Tidak mudah membuat prediksi PSG vs Arsenal mengingat kedua tim sudah sampai di masa penting, leg 2 semifinal Liga Champions.
Terlebih, pada pertemuan pertama di Stadion Emirates, London, Paris St Germain memenangkan laga perdana. Karena itu, segala kemungkinan bisa muncul dalam prediksi PSG vs Arsenal.
Yang jelas, Stadion Parc des Princes di Kota Paris, bukanlah stadion menyenangkan bagi Arsenal. Mereka, 19 tahun lalu, pernah kalah di laga final Liga Champions, menyerah di tangan Barcelona.
The Gunners harus berjuang keras untuk mengalahkan tim favorit Liga Champions dalam posisi tertinggal 0-1 di leg 1. Tetapi mereka bisa bersemangat setelah menang di Bernebeu pada putaran sebelumnya.
Dalam beberapa hal, pertandingan leg 1 Arsenal dan PSG mengingatkan kita pada pertandingan leg kedua perempat final The Gunners dengan Real Madrid.
Tanpa banyak sesumbar, PSG, juara Ligue 1 asuhan Luis Enrique memberikan pukulan mematikan hanya dalam waktu empat menit melalui tendangan Dembele, yang menyamai rekor Kylian Mbappe untuk sumbangan gol Liga Champions terbanyak oleh pemain PSG dalam satu musim.
Harapan Arsenal makin berat setelah gol Mikel Merino kemudian dianulir wasit. Mereka pada akhirnya menyerah 0-2 di kandang sendiri.
PSG melakukan perjalanan pulang kembali menyeberangi Selat Inggris dengan keunggulan tipis. Tapi, keunggulan itu tak ternilai. Mereka kini menjadi favorit kuat untuk mendapatkan tiket pertandingan final di Munchen.
PSG hanya pernah mengalami satu kali eliminasi dari pertandingan sistem gugur Eropa saat memenangkan leg pertama di kandang lawan. Itu terjadi saat berhadapan dengan tim asal Inggris lainnya, yakni Manchester United pada tahun 2018-19.
Luis Enrique menyaksikan kekalahan 1-2 di Ligue 1 melawan Strasbourg asuhan Liam Rosenior pada akhir pekan.
Hasil itu menambah buruknya performa Les Parisiens, yang kini telah kalah tiga kali dan hanya menang dua kali dari enam laga terakhir di semua kompetisi.
Tetapi, Luis Enrique tidak terlalu terkejut mengingat dia menurunkan tim lapis kedua di akhir pekan.
Ketika PSG dikalahkan 1-2 dalam laga liga saat mengistirahatkan sebagian besar pemain utamanya, Arsenal mengalami nasib yang sama dengan sebagian besar pemain ikut bermain saat melawan Bournemouth.
Bournemouth menjadi tim terkini yang memanfaatkan kelemahan lini belakang The Gunners yang mengkhawatirkan setelah unggul terlebih dahulu.
Declan Rice membuat Arsenal mendaratkan pukulan pertama di babak pertama. Tapi, untuk kesepuluh kalinya musim ini, pasukan Mikel Arteta kehilangan poin dari posisi unggul dalam pertandingan Liga Primer saat sundulan Dean Huijsen dan penyelesaian Evanilson membalikkan keadaan bagi Bournemouth.
Hanya dua tim yang pernah berhasil maju dari semifinal Liga Champions setelah kalah pada leg pertama di kandang sendiri. Pertama, Ajax melawan Panathinaikos pada tahun 1996 dan rival berat Tottenham Hotspur melawan Ajax pada tahun 2019.
Meskipun begitu, tidak semua hal buruk terjadi pada The Gunners. Mereka akan bertandang ke ibu kota Prancis dengan rekor tujuh pertandingan tak terkalahkan di kandang lawan di semua kompetisi, memenangi empat laga tandang terakhir di Eropa, dan mencetak sedikitnya dua gol setiap kali.
Mengulang kemenangan 2-1 mereka di Bernabeu atas Real Madrid akan memberi Arsenal kesempatan untuk selamat di perpanjangan waktu.
Tetapi mengingat PSG telah mencetak 14 gol yang mengejutkan dalam tiga kemenangan kandang terakhir mereka di Liga Champions, hal itu menjadi perhitungan tersendiri bagi Arsenal.
Satu aspek negatif dari leg pertama dari sudut pandang PSG adalah pencetak gol Dembele mengalami cedera hamstring. Tetapi ia terhindar dari masalah serius dan telah diberi lampu hijau untuk tampil melawan The Gunners. Goncalo Ramos menunggu di bangku cadangan untuk berjaga-jaga.
Sementara playmaker Korea Selatan Lee Kang-in juga diragukan setelah mengalami cedera saat melawan Strasbourg, tetapi dia tidak akan pernah menjadi starter dalam pertandingan ini.
Sebagai gantinya, Vitinha dan Fabian Ruiz akan bergabung kembali dengan Joao Neves - satu-satunya pemain inti yang mempertahankan tempatnya melawan Strasbourg - di ruang gelandang, sementara Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia kembali untuk memperlihatkan keajaiban sayap mereka di sepertiga akhir.
Di kubu Arsenal, Thomas Partey sama sekali tak dimainkan di leg pertama saat ia menjalani skorsing akibat kartu kuning yang tidak perlu di Bernabeu. Pemain nasional Ghana itu kini bebas untuk mengambil tempat biasanya sebagai jangkar lini tengah The Gunners.
Partey dan Rice harus bermain bersama kapten Martin Odegaard , yang tampak mengalami sedikit cedera pada akhir pekan, namun tidak akan memengaruhi kesiapannya untuk tampil di laga ini.
Sementara Jurrien Timber berlatih pada hari Selasa setelah absen dalam kekalahan Cherries sehingga seharusnya sudah pulih juga.
Jorginho (paru-paru), Gabriel Jesus (lutut), Kai Havertz (otot paha belakang), Gabriel Magalhaes (otot paha belakang) dan Takehiro Tomiyasu (lutut) masih belum bisa dimainkan, tetapi Riccardo Calafiori memiliki peluang untuk pulih dari masalah lututnya.
Prakiraan starting line-up
PSG: Donnarumma; Hakimi, Marquinhos, Pacho, Mendes; Ruiz, Vitinha, Neves; Doue, Dembele, Kvaratskhelia
Arsenal: Raya; Timber, Saliba, Kiwior, Lewis-Skelly; Odegaard, Partey, Rice; Saka, Merino, Martinelli
PREDIKSI
PSG menjadi klub unggulan untuk melaju ke laga final. Itu karena mereka memenangkan laga pertama di kandang Arsenal.
Tapi, permainan Arsenal sebenarnya tidak di bawah lawan. Cederanya sejumlah pemain juga tak membuat mereka melemah.
Jangan heran kalau Arsenal tidak mengalami nasib serupa seperti di kandang sendiri, menderita kekalahan. Syaratnya dua: mereka harus tampil lebih rapi, hati-hati, dan lugas di lini pertahanan; dan mampu menyelesaikan bangun serangan dengan lebih presisi. (*)
Editor : Zulfirman
