Presiden Prabowo Tegaskan Hubungan Solid dengan Jokowi: Ada yang Sekarang Mau Misah-Misahkan Saya Sama Pak Jokowi

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa hubungan baiknya dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), tetap kokoh meskipun ada pihak-pihak yang berusaha memecah belah mereka.

Presiden Prabowo Tegaskan Hubungan Solid dengan Jokowi: Ada yang Sekarang Mau Misah-Misahkan Saya Sama Pak Jokowi
Presiden Prabowo Tegaskan Hubungan Solid dengan Jokowi: Ada yang Sekarang Mau Misah-Misahkan Saya Sama Pak Jokowi

INILAHKORAN, Bandung - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa hubungan baiknya dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), tetap kokoh meskipun ada pihak-pihak yang berusaha memecah belah mereka.

Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam Kongres XVIII Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Surabaya, Jawa Timur.

Dalam pidato yang disiarkan secara langsung melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo mengungkapkan kesadarannya terhadap berbagai upaya yang mencoba menciptakan ketegangan antara dirinya dan Jokowi.

Namun, dengan sikap santai, Prabowo memilih untuk tidak ambil pusing.

"Ada yang sekarang mau misah-misahkan saya sama Pak Jokowi. Lucu juga untuk bahan ketawa boleh, jangan. Kita jangan ikut," ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut mencerminkan sikap Prabowo yang mengedepankan persatuan di atas dinamika politik yang kerap kali penuh dengan intrik.

Ia menambahkan bahwa dirinya belajar banyak dari Jokowi tentang bagaimana membangun hubungan politik yang penuh rasa hormat, bahkan kepada lawan politik sekalipun.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung hubungannya dengan Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Muslimat NU.

Menurut Prabowo, hubungan mereka sebelumnya tidak terlalu dekat, namun mulai terjalin lebih erat menjelang pemilihan presiden atas inisiatif Presiden Jokowi.

"Jadi memang kalau politik ya saya belajar dari Pak Jokowi. Enggak usah malu-malu lah. Kadang-kadang orang sudah nggak berkuasa mau dijelek-jelekin, jangan. Kita hormati semua, hormati semua," lanjutnya.

Lebih jauh, Prabowo memperingatkan bahwa upaya untuk memecah belah dirinya dengan Jokowi bukan sekadar serangan pribadi, tetapi merupakan tindakan yang berbahaya bagi persatuan bangsa Indonesia.

"Pecah belah, pecah belah itu adalah kegiatan mereka-mereka yang tidak suka sama Indonesia. Dari ratusan tahun divide et impera itu adalah taktik strategi untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia, enggak usah dihiraukan," tegas Prabowo.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan