Puluhan Ribu Petani Kabupaten Bandung Masuk Program BPJS Ketenagakerjaan
Sebanyak 42.900 petani di Kabupaten Bandung kini telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai bagian dari komitmen Pemerintahan Kabupaten Bandung dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus menopang ketahanan pangan daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sebanyak 42.900 petani di Kabupaten Bandung kini telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai bagian dari komitmen Pemerintahan Kabupaten Bandung dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus menopang ketahanan pangan daerah.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan, arah kebijakan pertanian ke depan harus bersifat realistis dan berdampak langsung bagi petani. Tidak hanya dari sisi peningkatan produksi, tetapi juga perlindungan kerja serta keberlanjutan usaha pertanian.
“Program pertanian harus benar-benar dirasakan langsung oleh petani, baik dari sisi produksi maupun perlindungan dan keberlanjutan kerja mereka sebagai penopang utama ketahanan pangan daerah,” kata Dadang di Soreang, Kamis 8 Januari 2026.
Sejalan dengan visi tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ina Dewi Kania menjelaskan salah satu wujud konkret perlindungan petani dilakukan melalui program kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sektor pertanian, mengingat tingginya risiko kerja yang dihadapi petani di lapangan.
Ina menjelaskan, hingga saat ini pemberian nomor pendaftaran pekerja (NPP) BPJS Ketenagakerjaan bagi petani telah mencapai 125 poin. Hal tersebut mencerminkan peningkatan kinerja serta produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Bandung.
“Untuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, terdapat sekitar 42.900 petani yang telah terdaftar. Peserta ini telah diseleksi berdasarkan data desil 1 sampai dengan 5,” kata Ina.
Melalui program tersebut, Pemerintahan Kabupaten Bandung berharap perlindungan jaminan sosial bagi petani dapat terus diperluas, guna meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjamin keberlanjutan sektor pertanian sebagai fondasi utama ketahanan pangan daerah.
Editor : Doni Ramdhani
