Pupuk Kujang Beri Pelatihan Budidaya Kopi Kepada Mantan Napiter
Pupuk kujang Cikampek membantu Datasemen Khusus 88 Antiteror Polri dalam program deradikalisasi. Yakni dengan memberikan pelatihan budidaya tanaman kepada 25 orang mantan narapidana teroris (napiter).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Soreang- Pupuk Kujang Cikampek membantu Datasemen Khusus 88 Antiteror Polri dalam program deradikalisasi. Yakni dengan memberikan pelatihan budidaya tanaman kepada 25 orang mantan narapidana teroris (napiter).
Tidak hanya secara teori, pelatihan juga dilakukan langsung di lahan garapan petani kopi binaan Pupuk Kujang di lereng gunung Malabar, Kabupaten Bandung.
“Densus 88 menggandeng Pupuk Kujang untuk memberikan pelatihan budidaya tanaman, Pupuk Kujang dipilih karena dinilai berhasil menjalankan program pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian,” kata Sekertaris Perusahaan Pupuk Kujang, Ade Cahya Kurniawan, Minggu 22 September 2024.
Dikatakan Ade selain bisa menambah keterampilan mantan napiter, program pelatihan ini sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
“Diharapkan, program ini bisa menambah keterampilan eksnapiter,” ujar Ade.
Adapun pelatihan yang diberikan meliputi pengembangan keterampilan pertanian dalam komoditas unggulan seperti kopi, madu, dan rempah-rempah. Para peserta juga mendapatkan dukungan berupa nutrisi tanaman, benih, hingga akses lahan.
"Modal utama yang diberikan kepada para eksnapiter adalah keterampilan yang mumpuni dan sarana pendukung untuk memulai usaha," kata Agung Gustiawan, VP Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, Pupuk Kujang.
Agung menjelaskaskan, para peserta diberikan keterampilan berbagai teknik budidya kopi Arabica Java Preanger yang banyak dibudidayakan di Gunung Malabar. Pelatihan juga mencakup aspek dari hulu hingga hilir, termasuk teknik meroasting dan pengemasan kopi. Meski singkat, pelatihan ini bersifat intensif dan akan diikuti dengan monitoring oleh Densus dan PT Pupuk Kujang.
"Program ini tidak berhenti pada pelatihan saja. Setelah pelatihan, para peserta akan terus dipantau dan dibantu dalam mengatasi tantangan yang mereka hadapi di lapangan," ujarnya.
Selain kopi, madu dan rempah juga menjadi komoditas andalan yang dikembangkan melalui program ini. Dengan demikian, para eksnapiter dapat memanfaatkan potensi desa dan lahan yang disediakan oleh Perhutani untuk menjalankan usaha pertanian secara berkelanjutan.
AKBP, Vanggivantozy Praduga Satria, Kanit 1 Subdirektorat Integrasi Koordinasi, Direktorat Identifikasi dan Sosial, Densus 88/AT menuturkan, selain diberi keterampilan bertani, para peserta juga diberi akses konsesi lahan.
“Setiap kelompok akan menggarap lahan seluas 50 hektar bersama masyarakat. Kalau ada 5 kelompok berarti konsesi lahan sekira 250 hektare,” ujarnya.
Vanggi mengatakan, berbagai program dan sarana itu merupakan pendekatan deradikalisasi yang bersifat lunak atau soft approach. Kata dia, metode itu dipilih karena masyarakat Indonesia cenderung berwatak ramah.
Editor : Ahmad Sayuti
