Raffi Ahmad Klarifikasi Isu Terlibat 300 Proyek Makan Bergizi Gratis di Banten

Raffi Ahmad menjawab soal dirinya yang diduga menerima 300 proyek makan bergizi gratis di Banten

Raffi Ahmad Klarifikasi Isu Terlibat 300 Proyek Makan Bergizi Gratis di Banten

INILAHKORAN - Utusan Khusus Presiden untuk Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, angkat bicara menanggapi kabar yang menyebut dirinya mendapat proyek pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 300 lokasi wilayah Banten.

Dalam pernyataan kepada awak media, Raffi tidak membenarkan namun juga tidak secara gamblang membantah keterlibatannya dalam proyek tersebut.

"Siapa?" ujar Raffi singkat.

Ketika ditanya ulang apakah benar dirinya yang dimaksud dalam kabar tersebut, Raffi hanya tersenyum dan berkata, 

"Belum ada kabarnya saya," sambil tertawa kecil.

Pernyataan tersebut menyiratkan bahwa hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi mengenai peran Raffi dalam pelaksanaan program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah di bidang ketahanan pangan anak sekolah.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menepis kabar yang menyebut Raffi Ahmad mendapat jatah proyek dapur untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Banten.

Kabar tersebut sempat mencuat di sejumlah media daring, menyebut Raffi menerima 300 titik proyek dapur MBG. Namun, Dadan memastikan informasi tersebut tidak benar.

“Untuk memastikan, saya langsung menghubungi Raffi Ahmad dan menanyakan apakah dirinya terlibat atau memiliki afiliasi dengan mitra pelaksana program. Ia menyatakan dengan tegas bahwa dirinya tidak ikut serta dalam proyek dapur MBG maupun terlibat dengan pihak pelaksana manapun,” kata Dadan dalam keterangan resminya, Kamis (23/5/2025).

Dadan menegaskan bahwa pelaksanaan Program MBG mengikuti prosedur yang transparan, melalui mekanisme seleksi yang bisa diaudit dan tidak melibatkan penunjukan langsung kepada pihak tertentu tanpa proses yang sah.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum tervalidasi, karena bisa menimbulkan kesalahpahaman dan mencoreng citra program prioritas pemerintah.

“BGN akan terus mengelola program MBG dengan profesional dan akuntabel. Evaluasi berkala juga dilakukan untuk menjamin program ini memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tegasnya.


Editor : Firda Rachmawati