Raffi Ahmad Klarifikasi soal Kehadirannya di Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI
Simak klarifikasi Raffi Ahmad soal kehadirannya di deklarasi sumpah pemuda Bundaran HI.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Selebritas sekaligus Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad, memberikan klarifikasi terbuka melalui media sosial terkait kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026 yang belakangan menjadi sorotan publik.
Pernyataan tertulis ini disampaikan Raffi Ahmad untuk meluruskan sejumlah informasi dan tuduhan yang berkembang luas di media sosial mengenai keterlibatannya dalam acara tersebut.
Murni Hadir Sebagai Undangan
Melalui unggahan resminya, Raffi Ahmad menegaskan bahwa kehadirannya dalam acara deklarasi Sumpah Pemuda tersebut murni sebagai tamu undangan. Informasi undangan tersebut bahkan baru diterimanya pada malam hari menjelang acara berlangsung.
"Saya tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara, serta tidak mengetahui detail susunan acara dan pihak-pihak yang hadir," tegas Raffi Ahmad dalam pernyataan tertulisnya.
Bantah Atur Kemunculan Merek Tertentu
Selain menjelaskan status kehadirannya, Raffi secara tegas membantah tuduhan yang menyebut dirinya mengatur kemunculan salah satu merek di lokasi kegiatan.
Ia menjelaskan bahwa atribut seperti gapura dan pembatas jalan yang menampilkan logo merek tersebut sudah terpasang jauh sebelum acara berlangsung dan sama sekali tidak berkaitan dengan kehadirannya.
Hormati Aspirasi Mahasiswa dan Terbuka terhadap Kritik
Di akhir pernyataannya, Raffi menyampaikan rasa hormatnya kepada pihak-pihak dan mahasiswa yang menyampaikan aspirasi pada peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026.
Menurutnya, menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara dan suara mahasiswa sangat penting bagi bangsa.
Raffi menyatakan selalu terbuka terhadap kritik dan masukan yang didasarkan pada fakta. Ia juga mengajak masyarakat untuk memastikan kebenaran informasi sebelum menyimpulkan atau menyebarkannya, terlebih jika menyangkut tuduhan yang tidak benar terhadap keluarga.
Editor : Firda Rachmawati

