Real Madrid 1-0 Villarreal: Ironi Vini
VINICIUS Jr terluka di tengah kemenangan Real Madrid atas Villarreal.Kejamnya sepak bola menghujam hati striker asal Brasil itu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Pertandingan pekan kedelapan La Liga melawan Villarreal di Santiago Bernabeu, Minggu (11/10) dini hari WIB sebenarnya berjalan dengan ketat. Ketika Yan Diomande memecah kebuntuan pada menit ke- 62 untuk keunggulan Real Madrid, gemuruh stadion terasa melegakan.
Namun, bagi seorang Vinicius, musim ini bukanlah musim yang mudah. Setelah menempuh perjalanan melelahkan ke Australia dan India selama jeda internasional, ia tidak memulai laga sebagai starte. Ini sebuah keputusan taktis dari Jose Mourinho untuk melindunginya.
Ketika Vinicius menginjakkan kakinya ke lapangan hijau pada menit ke-52 menggantikan Trent Alexander- Arnold, ada api yang menyala di matanya. Api dari seorang penyerang berbakat yang sedang merangkak keluar dari masa-masa sulit, setelah hanya mencatatkan satu gol di awal musim.
Puncaknya terjadi di menit ke-70. Melalui skema serangan balik cepat, Vinicius mengoper bola ke Jude Bellingham, lalu berlari sekencang angin menuju kotak penalti. Umpan cutback matang dari Bellingham disikatnya dengan tembakan mendatar yang merobek jala Villarreal.
Seketika itu juga, Bernabeu meledak. Vinicius berlari ke pinggir lapangan dengan emosi yang membuncah. Ia menangkupkan tangan ke telinga, mencium logo Los Blancos di dadanya, merayakan gol yang ia yakini akan mengakhiri masa paceklik dan keraguan publik atas dirinya.
Bahkan, sang manajer Jose Mourinho ikut berlari merayakan momen emosional tersebut bersamanya. Baginya, gol itu adalah pelukan hangat yang ia butuhkan setelah awal musim yang penuh badai.
Namun, kebahagiaan di sepak bola modern terkadang hanya berumur sekejap mata, tepatnya sepanjang durasi pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR).
Layar monitor di pinggir lapangan mengubah segalanya.
Wasit Isidro Escuderos berjalan kembali ke lapangan dengan wajah dingin.
Di layar kaca, jutaan pasang mata melihat apa yang terjadi sesaat setelah Vinicius melepas umpan ke Bellingham: dalam duel tanpa bola, jemari Vinicius menarik rambut bek Villarreal, Nathan Saliba, demi membuka ruang lari.
Keputusan dijatuhkan tanpa ampun: gol dianulir, dan kartu merah langsung diacungkan ke udara atas dugaan violent conduct.
Dalam hitungan detik, senyum lebar Vinicius menguap, digantikan oleh ekspresi tidak percaya yang runtuh seketika. Dari puncak euforia, ia dihempaskan ke titik nadir.
Sorak gembira penonton berubah menjadi kepanikan karena Real Madrid harus berjuang dengan 10 pemain di sisa laga.
Vinicius berjalan meninggalkan lapangan dengan kepala tertunduk, melewati terowongan stadion menuju ruang ganti yang sunyi, meninggalkan rekanrekannya yang harus baku hantam mempertahankan kemenangan 1-0 hingga peluit akhir berbunyi.
Melalui media sosialnya selepas laga, Vinicius tidak mencari kambing hitam. Ia menuliskan pesan singkat yang sarat penyesalan: “Maaf kepada tim dan para penggemar.” Kartu merah ini bukan sekadar membuat Real Madrid kehilangan satu pemain di sisa laga malam itu. Dampaknya jauh lebih personal dan getir bagi Vinicius.
Ia kini menghadapi ancaman skorsing yang bisa membuatnya absen dalam laga paling bergengsi di bumi: El Clasico melawan Barcelona pada 25 Oktober mendatang.
Mou Diam Sementara itu, bagi seorang Jose Mourinho, ruang konferensi pers adalah panggung teater tempat ia biasa mendikte narasi sepak bola. Namun malam itu, logika mengalahkan egonya.
Pria Portugal itu sadar, jika ia duduk di hadapan mikrofon dengan darah yang masih mendidih karena kepemimpinan wasit, katakata pedas yang keluar dari mulutnya akan menjadi senjata makan tuan.
Mourinho secara jujur mengakui alasannya melalui kutipan emosional yang dilansir Marca: “Saya tidak akan berbicara hari ini. Saya memilih diam karena saya ingin tetap berada di bangku cadangan untuk mendampingi tim ini pada pertandingan besar mendatang melawan Sevilla dan Barcelona.” Di balik kebungkamannya, ada pengorbanan ego yang besar. Mourinho memilih menelan kekecewaannya sendiri di ruang gelap Bernabeu demi memastikan dirinya tidak dijatuhi sanksi larangan mendampingi anak asuhnya dalam laga krusial El Clasico akhir bulan nanti. (bsf)
DATA FAKTA • Waktu: Minggu (11/10) ; Kick Off Pukul 02.00 WIB • Tempat: Santiago Bernabeu • Wasit: I Diaz • Man of the Match: Yan Diomande • Pencetak Gol: Real Madrid (Y Diomande 62’) ; Villarreal (-) • Kartu Kuning: Real Madrid (Bellingham, Mourinho, Konate, Rudiger) ; Villarreal (Veiga, Navarro) • Kartu Merah: Villarreal (-) ; Real Madrid (Vinicius Jr)
Editor : Inilahkoran
