Rombongan EPA Persib Diserang di Rest Area Batang, Bus Dirusak

Rombongan EPA Persib diduga diserang di Rest Area Batang KM 360. Bus mengalami kerusakan, sejumlah barang dilaporkan hilang,

Rombongan EPA Persib Diserang di Rest Area Batang, Bus Dirusak
Rombongan EPA Persib diduga diserang di Rest Area Batang KM 360. Bus mengalami kerusakan, sejumlah barang dilaporkan hilang,

INILAHKORAN.ID – Rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib mengalami insiden penyerangan saat dalam perjalanan pulang ke Bandung di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) malam.

Berdasarkan laporan awal pihak kepolisian yang disampaikan dalam keterangan tersebut, insiden bermula sekitar pukul 21.30 WIB ketika rombongan EPA Persib berpapasan dengan sekelompok Suporter di area rest area.

Kelompok tersebut diduga melakukan penyerangan terhadap bus rombongan yang disertai perusakan. Sejumlah koper milik ofisial dan anggota tim juga dilaporkan hilang setelah diduga dijarah.

Situasi di lokasi yang tidak kondusif membuat Media Officer EPA Persib, Pandu Persada, dan anggota tim bernama Ridwan kesulitan kembali ke bus setelah berada di area toilet rest area. Keduanya pun tertinggal di lokasi.

Pandu dilaporkan mengalami kekerasan fisik oleh sejumlah orang. Demi menghindari ancaman lebih lanjut, ia kemudian berlindung di sebuah tempat tambal ban di area Rest Area Batang KM 360.

Sementara itu, Ridwan berhasil meninggalkan lokasi dengan selamat setelah mendapat tumpangan kendaraan milik orang tua salah satu pemain. Kenek bus rombongan EPA Persib dilaporkan turut berada di kendaraan tersebut.

Persib Kumpulkan Bukti Penyerangan

Persib saat ini melakukan pendataan terhadap kerusakan bus dan barang-barang yang dilaporkan hilang. Klub juga mengumpulkan keterangan dari korban dan saksi, dokumentasi kerusakan, serta bukti pendukung lainnya untuk membantu proses penelusuran kejadian.

Dugaan kekerasan fisik, perusakan kendaraan, dan penjarahan barang tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak berwenang sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam keterangannya, Persib menegaskan bahwa insiden tersebut merupakan persoalan serius karena menyangkut keselamatan personel yang sedang menjalankan tugas profesional.

“Persib menilai insiden ini sebagai persoalan serius karena menyangkut keselamatan personel yang sedang menjalankan tugas profesional. Klub menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan dan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain tidak dapat dibenarkan,” tulis Persib.

Klub juga berharap insiden tersebut ditangani secara serius dan objektif melalui jalur hukum. Dengan demikian, fakta kejadian dapat terungkap dan pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Di tengah situasi ini, seluruh pihak diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan yang berpotensi memperkeruh keadaan,” tambah Persib.

Persib mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan menyerahkan penanganan insiden kepada pihak berwenang agar proses penelusuran berjalan sesuai ketentuan hukum.***


Editor : JakaPermana