Rumah Zakat Gelar Apel Kesiapsiagaan Relawan sebagai Antisipasi Cuaca Ekstrem Libur Nataru 2024/2025

Guna meningkatkan kewaspadaan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang mengancam saat liburan Nataru 2024/2025, Rumah Zakat mengadakan apel kesiapsiagaan relawan, Jumat 20 Desember 2024. 

Rumah Zakat Gelar Apel Kesiapsiagaan Relawan sebagai Antisipasi Cuaca Ekstrem Libur Nataru 2024/2025
Pada apel kesiapsiagaan relawan tersebut, Rumah Zakat melibatkan 722 relawan yang tersebar di 25 titik di Indonesia. Hal ini merupakan respons dari informasi sebelumnya dimana Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat yang hendak mengisi masa liburan Nataru 2024/2025 dengan berwisata di wilayah perairan agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gelombang tinggi. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Guna meningkatkan kewaspadaan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang mengancam saat liburan Nataru 2024/2025, Rumah Zakat mengadakan apel kesiapsiagaan relawan, Jumat 20 Desember 2024. 

Pada apel kesiapsiagaan relawan tersebut, Rumah Zakat melibatkan 722 relawan yang tersebar di 25 titik di Indonesia. Hal ini merupakan respons dari informasi sebelumnya dimana Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat yang hendak mengisi masa liburan Nataru 2024/2025 dengan berwisata di wilayah perairan agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gelombang tinggi.

“Kegiatan apel kesiapsiagaan relawan ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk membangun sinergi antara pemerintah, masyarakat dan Rumah Zakat dalam menghadapi bencana, meningkatkan pemahaman akan risiko bencana, dan melatih tindakan tanggap darurat dan pemulihan pascabencana,” kata Humanitarian Division Head Rumah Zakat Izzatul Yazid di Bandung, Jumat 20 Desember 2024.

Rencananya, Rumah Zakat akan mendirikan Pos Siaga Nataru yang beroperasi pada 23 Desember 2024-5 Januari 2025 di 14 kota/kabupaten di empat provinsi yakni Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. 

“Pertimbangan pemiihan wilayah untuk pendirian Pos Nataru adalah dari potensi resiko terjadinya bencana di 14 titik tersebut,” kata Yazid.

Menurutnya, hal yang harus dipersiapkan untuk menghadapi potensi risiko cuaca ekstrem dan gelombang tinggi ini antara lain cek kesiapan personil, cek informasi terkini, cek peralatan logistik, terlibat dalam apel gladi kesiapsiagaan, perkuat komunikasi dan koordinasi pihak terkait, edukasi bencana ke sekolah dan masyarakat, melakukan simulasi kesiapsiagaan, dan melakukan mitigasi bencana. 

“Ada baiknya kita semua mempersiapkan juga tas siaga bencana mengingat negara Indonesia termasuk peringkat 37 negara rawan bencana,” kata Yazid.

Adapun jumlah perlengkapan yang sudah dipersiapkan oleh para relawan Rumah Zakat diantaranya 13 shalter, 119 dapur umum, 25 vertical rescue, 646 water rescue, 261 fire rescue, dan 1362 atribute. Diharapkan dengan persiapan tersebut, para relawan dapat selalu bersiaga dalam berbagai kondisi kedaruratan.

Sepanjang 2024, para relawan Rumah Zakat sudah melakukan 141 aksi respons bencana di 23 provinsi di Indonesia, mulai dari banjir, kebakaran, longsor, erupsi, hingga cuaca ekstrim, dengan melibatkan 452 relawan dan jumlah penerima manfaat mencapai 141.989 jiwa. 

“Terima kasih kepada donator dan mitra Rumah Zakat yang telah menitipkan dana infak kemanusiaan sehingga bersama kita bisa membantu masyarakat yang terdampak bencana di Indonesia dan dunia,” tambahnya.


Editor : Doni Ramdhani