Pemkot Bogor Kolaborasi Atasi Stunting, Rumah Zakat Bakal Jadi Orang Tua Asuh
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkolaborasi dengan rumah zakat untuk mengatasi personalan stunting Bogor Utara, kick off dilaksanakan di Kantor Kecamatan Bogor Utara pada Senin 19 Mei 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkolaborasi dengan Rumah Zakat untuk mengatasi personalan stunting Bogor Utara, kick off dilaksanakan di Kantor Kecamatan Bogor Utara pada Senin 19 Mei 2025.
Rumah Zakat akan menjadi orang tua asuh bagi 28 anak Bayi di bawah dua tahun (Baduta) stunting di Kecamatan Bogor Utara dalam bentuk penyaluran bantuan telur 1 kilo gram per anak setiap minggu dan dilakukan selama 6 bulan.
Pada kesempatan ini, Wali Kota Bogor, yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahtraan Rakyat, Eko Prabowo, menyampaikan, apresiasi dan terima kasihnya kepada keluarga besar Rumah Zakat. Pemkot Bogor memang tidak bisa berjalan sendiri dalam penanganan stunting.
"kolaborasi dan sinergi menjadi kunci dalam penanganan stunting di Kota Bogor. Terimakasih kepada keluarga besar Rumah Zakat," ungkap Eko.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PMM) pada Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kota Bogor, Ara Wiraswara menuturkan, Pemkot Bogor menerima dukungan dari Rumah Zakat untuk penanganan stunting di Kecamatan Bogor Utara pada Senin 19 Mei 2025 ini.
"Jadi Rumah Zakat akan menjadi orang tua asuh bagi 28 anak Baduta stunting di Kecamatan Bogor Utara dalam bentuk penyaluran bantuan telur 1 kilogram per anak setiap minggu dan dilakukan selama 6 bulan. Selama enam bulan, tim Rumah Zakat juga melengkapi bantuan melalui penyaluran daging kemasan untuk 28 keluarga baduta tersebut," ungkap Ara.
Ara melanjutkan, khusus pelaksanaan kick off hari ini, Rumah Zakat menyertakan juga bantuan sembako kepada 28 keluarga baduta stunting dan 28 tim pendamping keluarga yang menjadi PIC setiap kelurga baduta stunting.
"Penyaluran bantuan ini merupakan konsistensi kebijakan tim percepatan penurunan stunting tingkat Kota Bogor yang sejak tahun lalu memprioritaskan bantuan kepada baduta dengan kondisi stunting, wasting dan underweight," terang Ara.
Ara menjelaskan, mengapa prioritasnya baduta, karena hasil rekomendasi Dinas Kesehatan, intervensi terhadap baduta jauh lebih cepat terlihat hasilnya dibandingkan rentang usia di atas dua tahun.
"Bahwa upaya kolaborasi penangan stunting di tahun 2025 diusulkan dibingkai dalam judul besar ‘Bogor Beres stunting' yang menjadi penyemangat bersama pemerintah Kota Bogor dengan seluruh lapisan masyarakat Kota Bogor untuk menuntaskan masalah stunting," jelasnya.
Sementara itu, perwakilan Rumah Zakat Bogor, Siswanto membeberkan, Bogor Utara dipilih sebagai lokasi bantuan karena kantor Rumah Zakat berada di Kecamatan Bogor Utara.
"InsyaAllah, kami ingin membantu pemerintah Kota Bogor di wilayah terdekat kami dan mudah-mudahan berlanjut di lokasi-lokasi lain di Kota Bogor," ungkap Siswanto.
Editor : JakaPermana


