Pemkot Bogor Lanjutkan Merger Sekolah dan Ajak Mahasiswa Mengajar

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim membeberkan fakta hampir setiap hari dirinya menandatangani surat pensiun guru di Kota Bogor. 

Pemkot Bogor Lanjutkan Merger Sekolah dan Ajak Mahasiswa Mengajar
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat membeberkan setiap hari menandatangani surat pensiun guru di Kota Bogor. (dok)

INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bogor Dedie A Rachim membeberkan fakta hampir setiap hari dirinya menandatangani surat pensiun guru di Kota Bogor. 

Untuk menutupi kekurangan guru di Kota Bogor maka dibuat program mahasiswa mengajar dan kembali menjalankan program merger sekolah negeri.

"Ya, ini fakta saya sampaikan, bahwa 1 bulan itu 20 guru pensiun, kali 12, kan sudah bisa dihitung 240 orang guru yang kemudian meninggalkan sekolahnya," ungkap Dedie kepada INILAHKORAN, Rabu (30/9/2026).

Dedie melanjutkan, apabila mengharapkan penggantinya dari pengajuan penambahan Aparatur Sipil Negara (ASN), dikhawatirkan tidak terpenuhi. Sudah dua kali pengajuan, kuota penambahannya kosong.

"Penggantinya kalau kami mengharapkan dari pemerintah khususnya dari BKN, kemudian dari KemenPAN-RB, kemudian juga dari Dikdasmen, tidak mungkin terpenuhi," terangnya.

"Makanya ada strategi Pemkot Bogor, pertama melakukan merger sekolah. Jadi sekolah disatukan, ada 2, 3 sekolah jadi satu. Untuk menghemat jumlah guru," tambah Dedie.

Dedie menjelaskan, kemudian ada juga peluang kalau kemudian sekolah swasta menjadi pilihan. Kan tidak perlu lagi bersusah payah melakukan merger dan membuat program mahasiswa mengajar. Dengan kapasitas sekolah negeri yang mumpuni, maka dengan kualitas yang sama masyarakat harusnyabbisa menikmati juga pendidikan di swasta.

"Saya kritisi, jadi kalaupun sekolah swasta. Kalau toiletnya jelek gimana? Kalau kemudian kualitas pendidikannya tidak memadai gimana? Kalau kemudian gurunya juga terbatas gimana? Nanti akan dibahas lebih detail lah, persoalan-persoalan riil yang ada di sekolah swasta," jelasnya.

"Makanya kan ada sekolah unggulan negeri, ada juga sekolah unggulan swasta. Ya tinggal tadi, belajar dari dua sekolah-sekolah unggulan ini, kemudian pada akhirnya nanti menjadi pilihan," pungkas Dedie.


Editor : Doni Ramdhani