Pemkot Bogor Siapkan Karyawan Tirta Pakuan Belajar Smart Water Management di Korea
Pemkot Bogor menyiapkan karyawan Perumda Tirta Pakuan belajar teknologi pengelolaan air di Korea Selatan untuk menekan kehilangan air hingga 15 persen.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana mengirim karyawan Perumda Tirta Pakuan untuk mempelajari teknologi pengelolaan jaringan air minum dan pengurangan kehilangan air di Republik Korea atau Korea Selatan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sumber daya manusia (SDM), meningkatkan efisiensi operasional, serta memperbaiki kualitas pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Bogor.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, peningkatan kompetensi karyawan penting dilakukan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus menjawab berbagai persoalan pelayanan di lapangan.
"Peningkatan kualitas pelayanan harus dimulai dari peningkatan kualitas SDM. Kami membutuhkan karyawan yang mampu menguasai teknologi, memahami persoalan di lapangan, dan memberikan solusi," ungkap Dedie, Jumat, 30 Oktober 2026.
"Karena itu, kesempatan belajar di Republik Korea ini harus menjadi bekal untuk memperbaiki pelayanan air minum bagi warga Kota Bogor," tambahnya.
Tirta Pakuan Pelajari Smart Water Management
Dedie menjelaskan, rencana pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Green Transition Initiative (GTI). Program ini mencakup penyusunan studi pra-kelayakan dan perencanaan Smart Water Management di Perumda Tirta Pakuan.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada pelatihan karyawan, tetapi juga mencakup kajian teknis jaringan serta peninjauan alternatif pembiayaan untuk pengembangan sistem pengelolaan air minum.
"Program ini menggabungkan penguatan kapasitas karyawan, kajian teknis jaringan, serta peninjauan alternatif pembiayaan," jelasnya.
Dedie menekankan, hasil pembelajaran harus ditindaklanjuti setelah peserta kembali ke Kota Bogor. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan sekaligus dibagikan kepada karyawan lainnya.
"Kami ingin hasilnya nyata, penanganan kehilangan air semakin baik, kerja semakin efisien dan pelayanan kepada masyarakat semakin andal," terangnya.
Melalui program tersebut, karyawan Tirta Pakuan diharapkan dapat memperdalam kemampuan pengelolaan jaringan, analisis data operasional, hingga penentuan prioritas penanganan kehilangan air.
Materi pembelajaran nantinya disesuaikan dengan kondisi infrastruktur dan kebutuhan pelayanan air minum di Kota Bogor.
Target Kehilangan Air Turun hingga 15 Persen
Salah satu sasaran program GTI adalah menurunkan tingkat air tak berekening atau Non-Revenue Water (NRW) hingga di bawah 20 persen. Adapun target utama yang ditetapkan melalui proyek percontohan sekitar 15 persen.
Dedie menyebut, pencapaian target tersebut akan didukung survei kondisi awal, investigasi lapangan, analisis data, serta perencanaan penanganan pada zona prioritas.
"Dokumen program menetapkan sasaran penurunan tingkat air tak berekening atau Non-Revenue Water (NRW) hingga di bawah 20 persen, dengan target utama sekitar 15 persen melalui proyek percontohan. Pencapaiannya akan didukung survei kondisi awal, investigasi lapangan, analisis data, dan perencanaan penanganan pada zona prioritas," bebernya.
Menurut Dedie, pengendalian kehilangan air diharapkan dapat mengoptimalkan ketersediaan air untuk pelanggan. Dengan pengelolaan jaringan yang lebih baik, efisiensi distribusi dapat ditingkatkan sekaligus menjaga keandalan pasokan air bagi masyarakat.
Libatkan Kementerian Indonesia dan Korea Selatan
Dedie menjelaskan, program GTI melibatkan kementerian terkait dari Indonesia dan Republik Korea. Pelaksanaan proyek dilakukan oleh Hankuk Engineering Consultants bersama Korea Water Partnership (KWP).
Sejumlah lembaga teknis pengelolaan air di Korea juga tercantum dalam program untuk mendukung pelatihan dan pertukaran pengetahuan.
Selain penguatan SDM, kerja sama tersebut mencakup penyusunan model bisnis untuk zona prioritas serta kajian kebutuhan investasi.
Alternatif pembiayaan yang akan ditinjau meliputi hibah, kemitraan pemerintah dengan badan usaha, serta pinjaman. Pemilihan skema pembiayaan akan disesuaikan dengan hasil kajian dan kebutuhan pengembangan.
"Melalui penguatan SDM dan perencanaan berbasis data, kerja sama ini diharapkan mendukung kemampuan Tirta Pakuan dalam mengelola jaringan secara berkelanjutan serta menghadirkan pelayanan air minum yang semakin baik bagi warga Kota Bogor," pungkas Dedie.***
Editor : JakaPermana

