Uji Coba Trase Batutulis Bogor Batal, Warga Kecewa Jalan Belum Dibuka
Uji coba trase baru Batutulis Bogor batal pada 27 Oktober 2026. Pemkot Bogor mengecek kesiapan jalan yang direncanakan dibuka Sabtu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor batal melakukan uji coba trase baru Jalan Batutulis atau Jalan Saleh Danasasmita, Kecamatan Bogor Selatan, pada Selasa (27/10/2026). Meski demikian, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengecek kesiapan jalur tersebut yang direncanakan mulai dibuka pada Sabtu mendatang.
Sebelumnya, uji coba trase baru Batutulis direncanakan berlangsung selama satu bulan. Selain memastikan kesiapan konstruksi dan konektivitas jalan, uji coba ini juga menjadi bagian dari persiapan akses menuju sejumlah venue Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV 2026 yang akan berlangsung pada November 2026.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim menjelaskan, jalur yang telah ditutup selama hampir 1,5 tahun itu memerlukan serangkaian uji coba secara ketat. Tahap pertama difokuskan pada keandalan konstruksi, sedangkan tahap berikutnya memastikan konektivitas antara proyek strategis nasional Underpass Batutulis dan konstruksi jalan baru yang dibangun bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Tadi laporan dari pelaksana, pengerjaannya sudah hampir rampung. Tinggal penyelesaian pemarkaan, sambungan pengaspalan, serta beautifikasi seperti penanaman pohon,” ungkap Dedie kepada wartawan.
Dedie menerangkan, uji coba teknis dijadwalkan berlangsung hingga akhir pekan ini. Jika proses administrasi dan penyerahan berita acara serah terima (BAST) rampung pada Jumat (30/10/2026), masyarakat direncanakan sudah dapat melintasi jalur tersebut mulai Sabtu.
Sementara itu, peresmian resmi dijadwalkan pada rentang 17–20 November 2026 bersama Gubernur Jawa Barat. Pengoperasian jalan masih menunggu terbitnya Sertifikat Laik Operasional dengan berkoordinasi bersama Dinas Perhubungan Kota Bogor dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Barat.
Terkait keberadaan tiang listrik di sekitar area pelebaran jalan, Dedie mengatakan pihak PLN telah mendapat informasi dan akan menindaklanjuti pemindahannya. Kawasan trase Batutulis juga memiliki lanskap yang indah dan dilengkapi fasilitas pendukung, termasuk ruang terbuka hijau (RTH). Karena itu, pemerintah bersama kepolisian mengantisipasi potensi keramaian warga yang ingin berkunjung.
“Ini adalah jalan lintas, bukan tempat wisata. Namun karena lokasinya indah, tentu harus diantisipasi keramaiannya oleh teman-teman di wilayah,” tegas Dedie.
Ia menekankan pentingnya peran pengurus wilayah, mulai dari tingkat RT/RW dan kelurahan hingga Babinsa serta Bhabinkamtibmas, untuk menjaga keselamatan dan ketertiban warga. Dedie juga menegaskan bahwa pedagang kaki lima (PKL) yang memanfaatkan trotoar baru akan ditindak tegas tanpa toleransi.
Menurutnya, penataan kawasan diperlukan agar akses masyarakat tetap lancar, lingkungan terlihat indah, dan ketertiban Kota Bogor terjaga.
Mengenai dinding pembatas milik PT KAI yang belum diperbaiki, Dedie menyebut pihaknya telah berkomunikasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Berdasarkan informasi yang diterimanya, konstruksi tersebut sejauh ini dinyatakan aman.
Polisi Imbau Pengendara Berhati-hati
Dari sisi keselamatan lalu lintas, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Adhitya Panji Anom mengatakan fasilitas pendukung, seperti penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya, telah terpasang dengan baik.
Meski demikian, ia mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati karena jalur tersebut masih dalam masa uji coba dengan sistem buka-tutup dan belum beroperasi sepenuhnya.
“Harapan kami pada saat uji coba, jalan dapat dilaksanakan secara aman karena informasinya masih buka-tutup dan belum sepenuhnya beroperasi penuh. Masukan teknis lanjutan seperti kelengkapan marka jalan juga akan terus dikomunikasikan bersama Satlantas,” terang Adhitya.
Warga Kecewa Jalan Belum Dibuka
Sementara itu, sejumlah warga mengaku kecewa karena trase baru Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis belum dibuka pada Selasa (27/10/2026), meskipun sebelumnya dijadwalkan mulai diuji coba pada hari tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan akses masuk menuju trase baru masih ditutup menggunakan water barrier dan garis pembatas berwarna kuning. Sejumlah pengendara sepeda motor terlihat mengantre dan mempertanyakan jadwal pembukaan jalan.
Di tengah penutupan tersebut, sebagian pengendara sepeda motor bahkan menerobos untuk melintasi trase baru Batutulis.
Salah seorang warga, Vivi (58), mengaku mengetahui informasi rencana pembukaan jalan dari media sosial pada Senin (26/10/2026). Ia heran karena jalan yang dijadwalkan mulai diuji coba pada Selasa ternyata belum bisa digunakan.
“Kemarin kabarnya kan di media bahwa hari ini percobaan, kok kenyataannya belum dibuka juga. Makanya orang-orang pada tanya-tanya, kapan dibukanya. Kecewa banget, dikira hari ini dibukanya,” ujar Vivi.
Belum dibukanya jalan tersebut membuat warga harus menempuh perjalanan lebih jauh. Kondisi itu dinilai berdampak pada pengeluaran bahan bakar dan waktu tempuh perjalanan.***
Editor : JakaPermana
