Jalan Saleh Danasasmita Selesai Diperbaiki, Namun Belum Bisa Digunakan
Retakan di Jalan Saleh Dansasmita atau di kawasan Batutulis sudah diperbaiki namun untuk dibuka masih menunggu kajian
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menegaskan retakan di Jalan Saleh Danasasmita kawasan Batutulis telah diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor.
Meski telah diperbaiki, jalan yang berada di kawasan Batutulis tersebut belum bisa dilintasi kendaraan, karena masih menunggu rekomendasi dan perbaikan longsor dari Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Bandung, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) sebagai pemilik kewenangan.
"Saya menginstruksikan kepada DPUPR Kota Bogor untuk memprioritaskan percepatan perbaikan jalan akses alternatif lain bagi masyarakat. Jadi kita harus segera mengambil langkah teknis dan membuka akses alternatif jalan bagi masyarakat agar lalu lintas bisa kembali lancar, masyarakat bisa melaksanakan kegiatan sosial, ekonomi, dan lain-lain," ungkap Dedie pada Senin 02 Februari 2026.
Dedie menjelaskan, dari sisi teknis, Jalan Saleh Danasasmita tidak lagi memungkinkan digunakan sebagai akses jalan bagi kendaraan, karena berdasarkan hasil penelitian geologi terdapat sumber mata air di bawah jalan.
"Namun, karena dalam kondisi kedaruratan terkait kebutuhan akses jalan bagi masyarakat, jalan tersebut sempat dibuka sementara untuk kendaraan roda dua dengan terlebih dahulu dilakukan perbaikan tebingan, pembuatan sodetan atau saluran air, serta pemasangan bronjong oleh BTP Kelas I Bandung," jelasnya.
Dedie memaparkan, setelah jalan dibuka kembali, tebing di samping jalan kembali longsor yang berdampak pada retaknya aspal jalan.
"Selanjutnya, akses jalan kembali ditutup. Porsi kami dalam melakukan perbaikan jalan sudah dilaksanakan. Namun, di bawah masih terdapat pergerakan tanah, karena adanya mata air aktif," paparnya.
"Kemudian ditambah hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan dorongan padat tanah yang sejak awal sudah labil. Ini yang kami carikan alternatif sampai kami memproses trase baru," terang Dedie.
Editor : Ahmad Sayuti

