Rumor Federico Barba Tinggalkan Persib, Gara-Gara Nyamuk atau Trauma DBD?
di balik isu hengkangnya Federico Barba, muncul alasan unik yang menghebohkan warganet, yakni masalah nyamuk.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Teka-teki masa depan bek asing Persib Bandung, Federico Barba, terus menjadi perbincangan hangat di kalangan Bobotoh. Kabar mengenai kepindahan pemain asal Italia ini dari skuat Maung Bandung di paruh musim kedua BRI Liga 1 2025/2026 kian menguat, memicu berbagai spekulasi di media sosial.
Menariknya, di balik isu taktik dan kontrak, muncul alasan unik yang menghebohkan warganet, yakni masalah nyamuk.
Kode dari Unggahan Sang Istri
Rumor ini bermula dari interaksi di akun Instagram pribadi Federico Barba dan istrinya. Banyak warganet yang menyerbu kolom komentar untuk menanyakan kebenaran kabar hengkangnya sang bek tangguh tersebut.
Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah ketika istri Barba mengunggah foto beberapa obat nyamuk yang baru saja ia beli. Unggahan ini seolah menjadi sinyal bahwa keluarga Barba merasa terganggu dengan kondisi lingkungan di Indonesia.
Dalam sebuah interaksi, seorang warganet bertanya dengan nada bercanda, "Banyak nyamuk ya mom?" yang kemudian dibalas singkat namun padat oleh istri Barba, "Yessss," lengkap dengan deretan emoji.

Trauma Penyakit DBD
Meski terdengar seperti candaan, isu nyamuk ini memiliki latar belakang medis yang cukup serius. Pada November 2025 lalu, Federico Barba sempat absen lama dari sesi latihan dan pertandingan karena terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Pelatih Persib, Bojan Hodak, pun pernah mengonfirmasi kondisi anak asuhnya tersebut.
"Barba terkena dengue (demam berdarah). Setelah terserang dengue, karena tubuh manusia itu berbeda-beda, terkadang butuh waktu berbeda untuk pulih," ujar Bojan Hodak beberapa waktu lalu.
Hingga saat ini, manajemen Persib Bandung belum memberikan pernyataan resmi terkait status transfer Barba. Namun, desas-desus bahwa ia tidak akan memperkuat Pangeran Biru di putaran kedua musim 2025/2026 terus menggelinding bak bola salju.
Editor : Firda Rachmawati
