Rupiah Melemah ke Rp18.033 per Dolar AS, Pasar Cermati Keputusan BI
Rupiah melemah 11 poin menjadi Rp18.033 per dolar AS. Sentimen BI, arus modal asing, dan pasar obligasi global menjadi perhatian. Salin meta description
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Kamis. Rupiah turun 11 poin atau 0,06 persen menjadi Rp18.033 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.022 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen domestik, terutama keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan.
“Rupiah hari ini diperkirakan melemah dipengaruhi oleh domestik hasil keputusan RDG BI yang menahan suku bunga acuan tetap di 5,75 persen,” ujar Rully kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Dalam keputusan tersebut, suku bunga deposit facility disebut naik 25 basis poin menjadi 5 persen. Sementara itu, suku bunga lending facility tetap berada di level 6,5 persen.
Selain kebijakan suku bunga, BI juga disebut menurunkan giro wajib minimum (GWM) rata-rata perbankan sebesar 2 persen untuk memperkuat kecukupan likuiditas rupiah.
Secara terperinci, GWM bagi bank umum konvensional (BUK) diturunkan dari 9 persen menjadi 7 persen. Adapun GWM bagi bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS) turun dari 7,5 persen menjadi 5,5 persen.
BI Waspadai Arus Keluar Modal Asing
Di pasar keuangan, BI juga disebut terus mencermati risiko yang berpotensi muncul setelah pengumuman MSCI terkait usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia. Salah satu risiko yang menjadi perhatian adalah arus keluar atau outflow modal asing.
Sementara itu, dari sisi sentimen global, Rully melihat peluang peningkatan permintaan terhadap obligasi pemerintah Indonesia. Hal tersebut dinilai dapat dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan obligasi pemerintah Amerika Serikat yang mendorong penurunan imbal hasil atau yield menjadi 5,1 persen.
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Rully memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp18.000 hingga Rp18.120 per dolar AS.
Pergerakan rupiah selanjutnya akan dipengaruhi oleh perkembangan kebijakan moneter domestik, arus modal asing, serta dinamika pasar keuangan global.***
Editor : JakaPermana

