Sampah Menumpuk jadi PR, DLH Kota Tasikmalaya Targetkan Pasar Cikurubuk Bersih 3 Hari
Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya memastikan penanganan tumpukan sampah di sejumlah titik di Kota Tasikmalaya mulai berangsur normal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya memastikan penanganan tumpukan sampah di sejumlah titik di Kota Tasikmalaya mulai berangsur normal.
Salah satu fokus utama saat ini yakni pengangkutan sampah di kawasan Pasar Cikurubuk yang disebut memiliki volume lebih besar dibanding titik lainnya.
Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Tasikmalaya Feri Arif Maulana mengatakan, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait adanya penumpukan sampah yang sempat terjadi di beberapa lokasi.
“Pertama permohonan maaf yang disampaikan kepada masyarakat kaitan di beberapa titik adanya penumpukan sampah, tetapi insyaAllah kami dalam beberapa hari ini melakukan penanganan sampah secara terencana,” ujarnya.
Feri menyebutkan, kondisi di Depo Dadaha saat ini sudah mulai landai setelah dilakukan pengangkutan secara bertahap. Penanganan kemudian dilanjutkan ke Pasar Cikurubuk yang menjadi titik prioritas berikutnya.
“Untuk Depo Dadaha Alhamdulillah sudah landai, dan hari ini kita akan berlanjut ke Pasar Cikurubuk untuk melaksanakan pengangkutan sampah,” katanya.
Selain itu, tumpukan sampah di kawasan SL Tobing juga diklaim sudah diangkut. Sementara petugas terus melakukan monitoring dan pengawasan di sejumlah titik lain, termasuk di Depo Pasar Lama.
Menurutnya, salah satu kendala dalam pelayanan persampahan yakni keterbatasan armada dan faktor perawatan kendaraan operasional. Meski demikian, DLH berupaya mengoptimalkan armada yang tersedia agar pelayanan tetap berjalan.
“Mungkin salah satunya keterbatasan armada, tapi dengan armada yang sekarang selalu kami optimalkan untuk mengutamakan pelayanan,” ucapnya.
Saat ini, DLH Kota Tasikmalaya memiliki sekitar 42 kendaraan operasional yang terdiri dari 29 dump truk dan 10 armroll. Namun, sekitar 10 hingga 15 kendaraan di antaranya dinilai sudah tua dan perlu diremajakan karena ada yang merupakan kendaraan produksi tahun 2005 dan 2006.
“Kami mengupayakan di tahun depan ke provinsi akan ada peremajaan kendaraan yang sudah tua,” katanya.
DLH menargetkan pengangkutan sampah di Pasar Cikurubuk dapat tertangani dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan, setidaknya untuk membuka akses jalan yang sempat tertutup tumpukan sampah.
“Mudah-mudahan sampai dua hingga tiga hari sampah bisa ditangani, minimal kita membuka akses jalan yang tertutup sampah,” ujarnya.
Feri juga mengungkapkan, meningkatnya volume sampah dalam sepekan terakhir menjadi salah satu penyebab terjadinya penumpukan di sejumlah titik. Untuk mengurangi beban ke tempat pembuangan akhir (TPA), DLH mengandalkan pengelolaan melalui TPS3R dan bank sampah agar hanya residu yang dibuang ke TPA.
Di Depo Dadaha sendiri, volume sampah diperkirakan mencapai sekitar 120 kubik. Sementara tonase sampah di Pasar Cikurubuk disebut lebih besar dibandingkan titik tersebut.
Editor : Doni Ramdhani
