Santri Yatim dan Dhuafa di Klapanunggal Dapat Manfaat dari Kegiatan Dosen Pulang Kampung IPB University

Dosen IPB University yang digawangi oleh  Sri Mulatsih, Wiwiek Rindayati, Muhammad Baihaqi, dan Dian Verawati Panjaitan serta dua mahasiswa, yaitu Muhammad Anhar dan Muhammad Fahmi Adriansyah Prins melakukan kegiatan Dosen Pulang Kampung di Desa Leuwikaret, Klapanunggal, Kabupaten Bogor. 

Santri Yatim dan Dhuafa di Klapanunggal Dapat Manfaat dari Kegiatan Dosen Pulang Kampung IPB University

INILAHKORAN, Bogor - Dosen IPB University yang digawangi oleh  Sri Mulatsih, Wiwiek Rindayati, Muhammad Baihaqi, dan Dian Verawati Panjaitan serta dua mahasiswa, yaitu Muhammad Anhar dan Muhammad Fahmi Adriansyah Prins melakukan kegiatan dosen pulang kampung di Desa Leuwikaret, Klapanunggal, Kabupaten Bogor. 

Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengangkat inovasi ekonomi sirkuler berbasis ternak anak domba yang bernama 
SApih digemukkan selama TUjuh puluh haRI
(SATURI).

Program Saturi ini bekerja sama dengan Yayasan Baitul Asemi Mumtaaz (YABAM), yang berfokus pada santri yatim dan duafa.
 
"Konsep SATURI yang diberikan kepada santri yatim dan dhuafa merupakan inovasi untuk meningkatkan produktivitas hewan ternak sehingga bermanfaat bagi para peternak," ucap Sri Mulatsih kepada wartawan, Minggu, 28 September 2025.

Sri Mulatsih menuturkan pelatihan SATURI diberikan agar para santri yatim dan dhuafa dapat memelihara domba dengan baik sehingga daging domba yang dihasilkan lebih berkualitas dengan memperhatikan breeding, feeding, dan manajemen peternakan yang baik atau good farming practices (GFP). 

Wiwiek Rindayati menambahkan kegiatan pelatihan diawali dengan pengenalan GFP sehingga para peserta mendapatkan gambaran yang lengkap terkait pemilihan bibit domba yang baik, pemilihan pakan yang kaya protein, dan manajemen keuangan peternakan yang optimal sehingga kegiatan peternakan dapat terus berlanjut. 

"Materi berikutnya berkaitan dengan pengolahan limbah peternakan berupa feses domba yang diolah menjadi pupuk organik sekaligus menjadi media pertumbuhan cacing. Dimana, Pupuk organik dan cacing dapat menjadi pendapatan sampingan bagi peternak," tambah Wiwiek Rindayati.

Materi terakhir berkaitan dengan penggemukan domba yang berkualitas. Peserta mendapatkan pemahaman yang baik tentang penyusunan ransum domba dengan memanfaatkan sumber-sumber lokal yang tersedia di sekitar kandang domba. 

Pelatihan diakhiri dengan praktik langsung untuk pembuatan pupuk organik serta pembuatan media cacing untuk dibudidayakan. 

"Pupuk organik dan budidaya cacing akan menjadi penghasilan tambahan bagi peternak, selain daging domba yang berkualitas," terang Muhammad Baihaqi.

Kegiatan pelatihan SATURI merupakan bagian dari pengabdian dosen IPB University ke masyarakat dalam rangka penyebaran dan penerapan hasil riset sehingga dapat melebarkan manfaat riset yang telah dilakukan. 

"Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitan santri yatim serta dhuafa untuk mengelola peternakan domba, pengolahan limbah ternak sebagai penghasilan tambahan, dan penguatan ekonomi komunitas. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi para santri YABAM serta peternak di sekitarnya sehingga menjadi contoh nyata penerapan ekonomi sirkuler pada sebuah komunitas dan dapat diterapkan pada komunitas-komunitas dan daerah lainnya," lanjut Muhammad Baihaqi. 


Editor : Ahmad Sayuti