Sebanyak 238 Pusaka dari 21 Provinsi Dipamerkan di Museum Sri Baduga Hingga Oktober 2025
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut baik inisiasi Kementerian Kebudayaan, yang memfasilitasi Museum Sri Baduga, Kota Bandung dalam pameran nasional bertajuk Pusaka Nusantara yang dilaksanakan dari 29 Juli hingga 31 Oktober 2025 mendatang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut baik inisiasi Kementerian Kebudayaan, yang memfasilitasi Museum Sri Baduga, Kota Bandung dalam pameran nasional bertajuk pusaka Nusantara yang dilaksanakan dari 29 Juli hingga 31 Oktober 2025 mendatang.
Total, ada 238 pusaka dipamerkan di Museum Sri Baduga yang berasal dari koleksi 26 museum yang ada di 21 provinsi se-Indonesia.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menturkan, pameran nasional Pusaka Nusantara 2025 ini yang digelar di Museum Sri Baduga, merupakan gelaran ketiga. Setelah sebelumnya dihelat di Sumatera Selatan dan Sumatera Barat.
"Saya berharap, ini bisa menjadi edukasi kepada generasi muda, bahwa mereka selama ini kan mereka tahu hanya dari buku, dari sejarah, belum pernah melihat pusaka aslinya seperti apa. Silakan datang ke Museum Sri Baduga ini untuk melihat pameran nasional dan khusus tentang pusaka nusantara," ujar Erwan usai pembukaan pameran, Selasa 29 Juli 2025.
Dia menambahkan, pusaka yang dipamerkan di Museum Sri Baduga mayoritas asal Jabar seperti keris, kujang dan golok.
"Termasuk pada zaman Kerajaan Padjajaran," ucapnya.
Erwan berharap, dari ada gelaran pameran seperti ini, dapat meningkatkan literasi generasi muda terkait budaya dan warisannya.
"Sangat bagus dan saya berharap nanti para generasi muda lebih mengetahui lagi dan ini dijaga warisan budaya ini supaya jangan sampai hilang," harapnya.
Sementara Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa Karya Guna mengapresiasi pameran nasional Pusaka Nusantara ini, karena menurutnya sebagai bentuk kepedulian terhadap warisan budaya.
Selain itu, dengan gelaran ini juga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat akan perkakas atau pusaka yang diciptakan oleh pendahulu di nusantara.
"Kita mengapresiasi lah. Artinya kita menjadi tahu bagaimana kekayaan produk warisan budaya, terutama berkaitan dengan pusaka, senjata tradisional," kata dia. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti
