Sebut Pemecatan Shin Tae-yong Bentuk Pengkhianatan, Media Korea Selatan Beberkan 3 Poin Indikasi STY Sebelum Dipecat

Media Korea Selatan tersebut bahkan menyebut pemecatan Shin Tae-yong sebagai bentuk "pengkhianatan".

Sebut Pemecatan Shin Tae-yong Bentuk Pengkhianatan, Media Korea Selatan Beberkan 3 Poin Indikasi STY Sebelum Dipecat

INILAHKORAN - pemecatan Shin Tae-yong dari Timnas Indonesia tak hanya menuai respons dari dalam negeri, tetapi juga dari media internasional, termasuk media Korea Selatan, Best Eleven. Media tersebut bahkan menyebut pemecatan Shin Tae-yong sebagai bentuk "pengkhianatan".

Dalam artikelnya yang dipublikasikan pada 9 Januari 2025, tiga hari setelah pengumuman resmi pemecatan, Best Eleven menuliskan, "Akhir dari Sebuah Pemecatan dan Pengkhianatan, Kisah Tiga Bulan Terakhir Melacak Shin Tae-yong di Lokasi."

Artikel tersebut menguraikan tiga tanda utama yang disebut sebagai indikasi pemecatan Shin Tae-yong.

Tanda Pertama: Masalah Komunikasi dan Hubungan dengan Pemain

Menurut Best Eleven, tanda awal pemecatan mulai terlihat dalam laga tandang Timnas Indonesia melawan China pada 15 Oktober 2024. Media tersebut menyebutkan adanya masalah komunikasi dan hubungan yang kurang harmonis antara Shin Tae-yong dan beberapa pemain, khususnya pemain naturalisasi.

Media itu menyoroti klaim bahwa pelatih asal Eropa dianggap lebih mampu menangani pemain naturalisasi dibandingkan Shin Tae-yong.

Tanda Kedua: Kekalahan dari Jepang dan Keanehan di Ruang Ganti

Kekalahan Timnas Indonesia dari Jepang menjadi indikator kedua. Best Eleven menyatakan keheranan atas tindakan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang memasuki ruang ganti pemain setelah pertandingan. Dalam pandangan media tersebut, langkah ini dianggap tidak lazim dan menciptakan situasi yang aneh.

Kekalahan ini juga memicu spekulasi di media Indonesia mengenai calon pengganti Shin Tae-yong, terutama jika Timnas kembali kalah dari Arab Saudi.

Tanda Ketiga: Kegagalan di Piala AFF 2024

Tanda terakhir yang disoroti adalah kegagalan Timnas Indonesia dalam Piala AFF 2024. Best Eleven mempertanyakan keputusan PSSI yang menyetujui rencana Shin Tae-yong untuk memainkan para pemain U-22, meskipun langkah tersebut berujung pada hasil buruk.

Media itu juga menyebutkan kritik yang muncul dari Shin Jae-won, anak Shin Tae-yong, melalui media sosial. "Jika Indonesia benar-benar menginginkan gelar juara Piala AFF, seharusnya mereka tidak mendukung rencana Pelatih Shin untuk menurunkan pemain U-22," tulis Best Eleven.


Editor : Firda Rachmawati