Sekolah Berkebun, Upaya Pemkot Cimahi Ciptakan Generasi Sehat dan Mandiri Pangan
Pemkot Cimahi melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi menggencarkan program Sekolah Berkebun sebagai bagian integral dari Gerakan Sekolah Sehat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Pemkot Cimahi melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi menggencarkan program Sekolah Berkebun sebagai bagian integral dari Gerakan Sekolah Sehat.
Sosialisasi program Sekolah Berkebun ini diadakan di SDN Mandiri 1 Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, dengan tujuan memperkuat peran sekolah dalam membentuk karakter sehat, peduli lingkungan, dan mandiri sejak usia dini.
Kepala Bidang Pertanian Dispangtan Kota Cimahi Teja Dahliawati menjelaskan, Gerakan Sekolah Sehat merupakan sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), melibatkan Dinas Kesehatan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP2P3KB).
Menurutnya, kolaborasi ini menunjukkan komitmen Pemkot Cimahi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang holistik dan berkelanjutan.
"Gerakan Sekolah Sehat adalah upaya bersama untuk memastikan anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga sehat, peduli lingkungan, dan memiliki kemandirian," kata Teja.
Teja menjelaskan, Sekolah Berkebun menjadi salah satu dari enam aksi utama dalam Gerakan Sekolah Sehat. Aksi lainnya meliputi Gemar Makan Ikan, B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, Aman), Sekolah Literasi, Kantin Sehat, serta Sekolah Aman.
"Kombinasi dari berbagai aksi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem sekolah yang mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal," jelasnya.
Teja menyebut, fokus intervensi saat ini adalah pada jenjang SD dan SMP. Namun, Pemkot Cimahi berencana memperluas sasaran hingga SMA dan SMK. Tujuannya adalah menciptakan generasi unggul yang sehat serta memiliki ketahanan pangan keluarga sejak dini.
"Kami ingin menanamkan kesadaran akan pentingnya pangan sehat dan kemandirian pangan sejak usia dini. Dengan melibatkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan, kami berharap dapat menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan," bebernya.
Dalam sosialisasi Sekolah Berkebun, lanjut Teja, peserta didik diajarkan cara memanfaatkan lahan kosong di lingkungan sekolah untuk bercocok tanam. Menurutnya, jika lahan terbatas, teknik vertikultur menjadi solusi alternatif.
"Sekolah-sekolah dengan lahan terbatas dapat memanfaatkan teknik vertikultur atau rooftop yang tidak terpakai. Dengan menggunakan polybag dan media tanam lainnya, siswa tetap dapat belajar bercocok tanam," jelas Teja.
Melalui program Sekolah Berkebun, ungkap Teja, siswa tidak hanya belajar bercocok tanam secara langsung, tetapi juga memahami pentingnya konsumsi pangan sehat dan menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam menjaga lingkungan.
"Program ini juga mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan di tingkat keluarga hingga masyarakat luas," ungkapnya.
"Kami berharap program Sekolah Berkebun dapat menciptakan generasi yang tidak hanya sehat dan cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kemandirian dalam memenuhi kebutuhan pangan," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani
