Sekolah di Kota Bandung Perkuat Karakter Siswa untuk Cegah Radikalisme

Kepala Disdik Kota Bandung Asep Saeful Gufron mengatakan, pihaknya tengah fokus pada penguatan karakter peserta didik sebagai upaya pencegahan radikalisme.

Sekolah di Kota Bandung Perkuat Karakter Siswa untuk Cegah Radikalisme
“Saat ini, penanganannya dilakukan melalui penguatan karakter di sekolah. Program itu melibatkan kegiatan bela negara, sebagai upaya memberikan pencerahan kepada peserta didik. Terutama mereka yang rentan,” kata Asep, Rabu 19 November 2025. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Kepala Disdik Kota Bandung Asep Saeful Gufron mengatakan, pihaknya tengah fokus pada penguatan karakter peserta didik sebagai upaya pencegahan radikalisme.

“Saat ini, penanganannya dilakukan melalui penguatan karakter di sekolah. Program itu melibatkan kegiatan bela negara, sebagai upaya memberikan pencerahan kepada peserta didik. Terutama mereka yang rentan,” kata Asep, Rabu 19 November 2025.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan TNI-Polri dan bertujuan membentuk rasa nasionalisme, tanggung jawab serta pemahaman tentang NKRI. 

“Setiap sekolah, memiliki kegiatan penguatan karakter secara rutin beberapa kali setahun untuk merefresh pola pikir peserta didik,” ucapnya.

Setiap sekolah juga memiliki tim yang memantau perkembangan dan ruang gerak siswa selama di sekolah. Menurut Asep, pengawasan di luar sekolah menjadi urusan keluarga. Namun di sekolah tetap ditanamkan pola pikir yang positif dan mendasar.

“Ke depannya, pola pembelajaran akan lebih mendorong anak untuk aktif bertanya dan berdiskusi bukan hanya diam. Dengan cara ini, guru bisa mengetahui pikiran dan aktivitas anak,” ujar dia.

Ia mencontohkan kasus SMPN 2 Kota Bandung, di mana seorang siswa yang sempat terpengaruh lingkungan negatif terus didampingi guru dan tim psikolog dari Disdik agar tidak mempengaruhi teman-temannya.

Selain itu, asesmen psikologi rutin dilakukan untuk mendeteksi kondisi mental anak. “Hasil asesmen disampaikan kepada sekolah, guru dan orang tua agar mereka lebih mencermati perkembangan anak-anak,” jelasnya.

Dia menegaskan, upaya tersebut merupakan langkah pencegahan sekaligus pendampingan agar siswa di Kota Bandung tetap aman dan terhindar dari pengaruh radikalisme maupun terorisme.


Editor : Doni Ramdhani