Kota Bandung Perkuat Kesehatan Mental dan Karakter Siswa Lewat Kolaborasi Lintas OPD
Disdik Kota Bandung memperkuat kolaborasi lintas PD menangani kesehatan mental dan penguatan karakter pelajar sejak jenjang TK hingga SMP
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung memperkuat kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) menangani kesehatan mental dan penguatan karakter pelajar sejak jenjang TK hingga SMP.
Upaya meningkatkan kesehatan mental dan karakter pelajar, menjadi bagian dari strategi pemerintah kota dalam menciptakan generasi muda yang tangguh secara mental dan emosional.
Kepala Disdik Kota Bandung, Asep Saeful Gufron menyatakan, penguatan kesehatan mental dan karakter anak tidak bisa dilakukan sendiri oleh sekolah.
"Kami ingin setiap sekolah menjadi lingkungan aman bagi siswa, di mana mereka bisa belajar, berkembang dan mendapat dukungan mental yang memadai," kata Asep Saeful Gufron, Sabtu 7 Februari 2026.
Menurut ia, program tersebut telah dimulai sejak 2025 melalui berbagai kegiatan strategis termasuk penguatan karakter dengan pendekatan bela negara yang melibatkan TNI dan Polri. Fokus utama saat ini, adalah siswa kelas sembilan SMP yang berada pada masa paling rentan menghadapi tekanan sosial dan akademik.
"Disdik bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Dinas Sosial. Selain itu, seluruh guru bimbingan konseling (BK) se Kota Bandung akan mendapatkan pelatihan bersama Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) agar mampu mendeteksi perubahan perilaku dan risiko psikologis siswa lebih efektif," ucapnya.
Asep menambahkan, Disdik juga menyiapkan tenaga psikolog melakukan asesmen terhadap siswa yang membutuhkan penanganan khusus.
"Jika anak masih bisa belajar di sekolah umum, guru BK akan mengawal secara intensif. Namun bila diperlukan, kami juga menyiapkan rujukan ke sekolah berkebutuhan khusus atau layanan kesehatan," ujar dia.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas OPD turut menyasar siswa berkebutuhan khusus. Termasuk ribuan peserta didik disabilitas di Kota Bandung, dengan penanganan yang sesuai regulasi di sekolah negeri maupun swasta.
"Diharapkan, program ini mampu menjadikan sekolah tidak hanya tempat belajar akademik. Tetapi juga ruang aman untuk pertumbuhan mental dan emosional anak," tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti


