Ronaldo Mogok Main, PIF Tegaskan Al Nassr Terima Investasi Lebih Besar dari Klub lain
PIF menjelaskan bahwa sejak bergabungnya Ronaldo, klub Al Nassr telah menerima investasi lebih besar dari klub-klub lainnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Cristiano Ronaldo memilih untuk mogok main dan latihan untuk melakukan aksi protes pada PIF dan Al Nassr.
Menanggapi hal ini, kini seorang pejabat PIF mengungkapan apa yang terjadi sebenarnya mengenai perseteruan ini.
Dia menyatakan, “Lebih dari €400 juta telah dihabiskan untuk mendukung Al Nassr sejak Cristiano tiba. Al Ahli menerima investasi jauh lebih sedikit namun memenangkan Piala Super Saudi dan Liga Champions AFC."
"Al Ittihad juga menghabiskan dana jauh lebih sedikit dan tetap berhasil memenangkan gelar liga dan piala domestik,” jelasnya.
Pesan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Ronaldo dan manajemen Al Nassr, serta PIF, dana investasi negara Saudi yang memiliki 75% saham di empat klub besar liga: Al Nassr, Al Hilal, Al Ittihad, dan Al Ahli.
PIF membatasi pengeluaran lebih lanjut untuk Al Nassr selama jendela transfer Januari, mendesak klub untuk fokus pada penyelesaian utang yang menumpuk selama beberapa tahun terakhir setelah aktivitas transfer yang agresif.
Dari perspektif dana tersebut, disiplin keuangan telah menjadi prioritas setelah investasi besar yang berkelanjutan.
Namun, Ronaldo percaya bahwa Al Nassr telah diperlakukan tidak adil dibandingkan dengan para rivalnya, terutama Al Hilal, yang menurutnya menerima dukungan istimewa di bursa transfer.
Frustrasinya dilaporkan semakin meningkat setelah Al Hilal mendapatkan pemain-pemain bintang, termasuk perekrutan Karim Benzema dari Al Ittihad baru-baru ini.
PIF dengan tegas menolak narasi ini, menekankan bahwa Al Nassr telah menerima dukungan substansial sejak kedatangan Ronaldo pada tahun 2022, lebih banyak daripada klub lain di bawah naungannya.
Menurut lembaga tersebut, keberhasilan Al Ahli dan Al Ittihad menunjukkan bahwa penggunaan sumber daya yang efisien, bukan hanya kekuatan pengeluaran semata, adalah kunci untuk memenangkan trofi besar.***
Editor : Irma Nurfajri


