Inklusi Keuangan Pelajar Capai 92,76 Persen, OJK Tasikmalaya Perkuat Literasi

OJK Tasikmalaya memperkuat literasi keuangan pelajar melalui program GENIUS setelah inklusi keuangan pelajar mencapai 92,76 persen.

Inklusi Keuangan Pelajar Capai 92,76 Persen, OJK Tasikmalaya Perkuat Literasi
Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati.

INILAHKORAN.ID– Kemudahan akses terhadap layanan keuangan belum otomatis membuat pelajar memiliki kecakapan dalam mengelola keuangan. Kondisi tersebut menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya dalam memperkuat edukasi keuangan di lingkungan sekolah.

Data Survei Nasional Literasi dan inklusi keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan indeks inklusi keuangan pada kelompok pelajar dan mahasiswa telah mencapai 92,76 persen. Namun, indeks literasinya masih berada di angka 62,72 persen.

Perbedaan tersebut menunjukkan akses terhadap produk dan layanan keuangan jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat pemahaman keuangan pada kelompok pelajar dan mahasiswa.

Kondisi itu menjadi salah satu dasar OJK Tasikmalaya bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya mencanangkan Gerakan Edukasi dan Keuangan Inklusif untuk Sekolah (GENIUS).

Pencanangan GENIUS dilakukan dalam Kick Off Bulan inklusi keuangan (BIK) 2026 di Aula Bapelitbangda Kota Tasikmalaya, Kamis (17/9/2026). Sebanyak 200 kepala sekolah dan tenaga pendidik jenjang SD/MI hingga SMA/SMK/MA sederajat se-Kota Tasikmalaya mengikuti kegiatan tersebut.

Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati mengatakan edukasi keuangan di sekolah tidak cukup hanya memperkenalkan uang atau membangun kebiasaan menabung.

GENIUS bukan sekadar mengajarkan anak tentang uang, tetapi mempersiapkan mereka agar mampu mengambil keputusan keuangan yang benar untuk masa depannya,” kata Nofa, Jumat (18/9/2026).

Menurut Nofa, tenaga pendidik menjadi salah satu bagian penting dalam strategi tersebut. Guru diharapkan tidak hanya menerima materi literasi keuangan, tetapi juga menjadi contoh penerapan perilaku keuangan yang sehat.

Hingga 2026, pelaksanaan GENIUS di wilayah kerja OJK Tasikmalaya telah menjangkau lebih dari 13 ribu pelajar di sedikitnya 36 sekolah di wilayah Priangan Timur, termasuk Sekolah Luar Biasa dan Sekolah Rakyat.

Materi yang diberikan mencakup keterampilan mengelola keuangan, membangun budaya menabung, mengenali produk dan layanan keuangan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal.

Para pelajar juga dibekali pemahaman mengenai bahaya pinjaman online ilegal, penipuan keuangan digital, hingga judi online.

OJK Dorong Duta literasi keuangan di Sekolah

Guna memperluas dampak edukasi, OJK Tasikmalaya mendorong sekolah membentuk Duta literasi keuangan atau Guru Penggerak literasi keuangan.

Keberadaan penggerak di lingkungan sekolah diharapkan membuat edukasi keuangan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diteruskan dalam aktivitas pendidikan sehari-hari.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyambut dukungan tersebut. Ia menilai perkembangan akses layanan keuangan perlu diikuti kemampuan masyarakat, termasuk generasi muda, dalam memahami risiko dan mengambil keputusan.

“Tugas kita bukan hanya membuka akses, tetapi memastikan mereka memiliki pengetahuan, kehati-hatian, dan kemampuan mengambil keputusan keuangan yang benar,” kata Viman.

Secara nasional, indeks literasi keuangan berdasarkan SNLIK 2026 tercatat 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.

Melalui BIK 2026, OJK mendorong industri jasa keuangan untuk memperluas edukasi sekaligus akses terhadap produk dan layanan keuangan formal yang legal, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Di Kota Tasikmalaya, keberlanjutan GENIUS akan melibatkan pemerintah daerah, KCD Pendidikan Wilayah XII, Dinas Pendidikan, PGRI, industri jasa keuangan, serta unsur pendidikan lainnya.

Sinergi tersebut diarahkan untuk membangun lingkungan sekolah yang tidak hanya mengenalkan layanan keuangan, tetapi juga membentuk kebiasaan dan kemampuan pelajar dalam menghadapi risiko keuangan di tengah perkembangan layanan digital.***


Editor : JakaPermana