Guru Jadi Sasaran Edukasi OJK Tasikmalaya, Akses Pinjol Capai 42 Persen

OJK Tasikmalaya menyebut guru menyumbang 42 persen outstanding pinjol nasional. Edukasi keuangan diperkuat untuk meningkatkan literasi guru.

Guru Jadi Sasaran Edukasi OJK Tasikmalaya, Akses Pinjol Capai 42 Persen
OJK Tasikmalaya menyebut guru menyumbang 42 persen outstanding pinjol nasional. Edukasi keuangan diperkuat untuk meningkatkan literasi guru.

INILAHKORAN.ID-Profesi guru menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian khusus Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya dalam upaya meningkatkan literasi dan edukasi keuangan.

Perhatian tersebut muncul setelah data nasional OJK menunjukkan tingginya akses guru terhadap layanan pinjaman online (pinjol). Berdasarkan data tersebut, guru menyumbang sekitar 42 persen dari total outstanding pinjaman online berdasarkan profesi.

Kepala Kantor OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, mengatakan angka tersebut menjadi perhatian karena jauh lebih tinggi dibandingkan sejumlah profesi lainnya.

"Secara nasional, guru yang mengakses ke pinjol itu ada 42 persen dari total outstanding pinjol yang ada di kami," kata Nofa, Selasa (25/8/2026).

Menurut Nofa, akses pinjol dari kelompok profesi lain, seperti pengemudi ojek online (ojol) maupun pekerja kantoran, tercatat relatif lebih rendah, yakni di bawah 10 persen.

OJK Belum Punya Data Khusus Guru di Priangan Timur

Kendati angka nasional cukup tinggi, Nofa menegaskan OJK belum memiliki data yang secara spesifik menunjukkan persentase guru di wilayah Priangan Timur yang menggunakan pinjaman online.

"Kalau secara spesifik data di Priangan Timur belum ada. Cuma kami menengarai itu banyak, karena data nasional itu bisa kita draft bahwa itu mewakili masing-masing kota atau provinsi. Secara nasional 42 persen itu," ujarnya.

Kondisi tersebut membuat profesi guru menjadi salah satu kelompok yang diprioritaskan OJK Tasikmalaya dalam program peningkatan literasi dan edukasi keuangan.

OJK menilai pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan risiko pinjaman online penting untuk mencegah masyarakat mengambil keputusan finansial yang dapat membebani kondisi ekonomi mereka.

Guru di Ciamis dan Kota Tasikmalaya Jadi Sasaran Edukasi

Nofa mengatakan, OJK Tasikmalaya sebelumnya telah memberikan edukasi keuangan kepada para guru di Kabupaten Ciamis.

Program serupa akan kembali dilakukan bersama para guru di Kota Tasikmalaya pada akhir Agustus 2026.

"Makanya kami kemarin di Ciamis dengan guru-guru, edukasi. Nanti kami juga di akhir Agustus bersama dengan guru-guru juga edukasi di Kota Tasikmalaya," katanya.

Menurutnya, edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman guru mengenai manfaat, risiko, serta konsekuensi penggunaan layanan pinjaman online.

Dengan literasi keuangan yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu mempertimbangkan kemampuan finansial sebelum menggunakan produk pinjaman dan menghindari keputusan keuangan yang berisiko.

"Jadi sekarang profesi guru merupakan profesi yang kemudian menjadi sasaran kami untuk literasi dan edukasi," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana