Negara-negara Kecil di Eropa Suarakan Penolakan Terhadap Giani Infantino

Tidak hanya negara-negara besar, negara-negara kecil di Eropa juga menarik dukungan mereka untuk Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA.

Negara-negara Kecil di Eropa Suarakan Penolakan Terhadap Giani Infantino
Presiden FIFA Gianni Infantino.

INILAHKORAN, Bandung - Nampaknya hampir semua negara di Benua Eropa mentuarakan suara mereka untuk tidak mendukung lagi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA.

Aleksander Ceferin Kepala UEFA mengatakan bahwa proposal Gianni Infantino tersebut merupakan ancaman yang lebih besar bagi olahraga ini daripada rencana Liga Super Eropa yang berhasil dilawan UEFA pada tahun 2021.

Kepala UEFA juga mengatakan bahwa penentangan tidak hanya datang dari negara-negara besar di Eropa tetapi juga dari negara-negara kecil Eropa.

"Di satu sisi ada Inggris, Jerman, yang Anda pahami tidak menginginkan itu, karena uang ini tidak terlalu besar bagi mereka. Tetapi di sisi lain ada San Marino, Siprus, Liechtenstein... Mereka berkata: kami tidak untuk dijual," tutur Kepala UEFA.

Gianni Infantino tidak menunjukkan tanda-tanda akan meninggalkan posisi yang telah dipegangnya sejak 2016 dan memperjelas bahwa dia mengandalkan daya tariknya kepada asosiasi nasional yang kurang mampu untuk memenangkan pemilihan kembali di tahun 2027 hingga 2031.

Dalam sebuah wawancara video yang dirilis oleh FIFA setelah dia bertemu dengan anggota Federasi Sepak Bola Karibia (CFU) di Republik Dominika pada akhir pekan lalu, Gianni Infantino mengatakan bahwa tugas FIFA adalah untuk menutup kesenjangan antara asosiasi yang kaya dan yang lebih miskin.

"Kami ingin mengembangkan sepak bola di setiap 211 negara kami di dunia," ujar Presiden FIFA Gianni Infantino.

"Kita perlu mencari investasi untuk semua pihak lain, peluang untuk semua pihak lain. Ini memang tentang menemukan dan memberikan peluang, akses, dan sumber daya untuk sepak bola dunia," tuturnya.

"Sayangnya, sebagian negara tidak membutuhkan dan tidak menginginkan negara lain untuk berkembang, tetapi kita perlu mempersempit kesenjangan antara negara-negara besar dan negara-negara lainnya," jelasnya.

"Itulah yang telah kami coba lakukan dalam 10 tahun terakhir dan juga dalam 10 minggu terakhir, dan yang akan terus kami lakukan di tahun-tahun mendatang," tambahnya.

Gianni Infantino, yang mendapat dukungan dari blok regional Afrika dan Amerika Selatan, berupaya mengesampingkan konfederasi dan langsung meminta dukungan dari masing-masing anggota selama krisis ini.***


Editor : Irma Nurfajri