Sekolah Rakyat Kota Bogor Tunggu Pembangunan di Rancamaya Rampung

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyebut Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 sementara menempati asrama kementerian di Jalan Ahmad Yani.

Sekolah Rakyat Kota Bogor Tunggu Pembangunan di Rancamaya Rampung
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyebut Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 sementara menempati asrama kementerian di Jalan Ahmad Yani.

INILAHKORAN.ID – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Kota Bogor untuk sementara menempati area asrama kementerian di Jalan Ahmad Yani. Lokasi tersebut digunakan sambil menunggu pembangunan Sekolah Rakyat di Rancamaya rampung.

Dedie mengatakan, penggunaan lokasi sementara merupakan bagian dari tahap rintisan yang berjalan bersamaan dengan proses pembangunan fasilitas sekolah di Rancamaya.

"Dengan adanya sekolah rakyat ini nanti kita akan siapkan ya, kan ini rintisan, rintisan ini untuk mempersiapkan bersamaan, simultan dengan pembangunan di Rancamaya," ungkap Dedie kepada wartawan, Minggu (18/10/2026).

Ia menjelaskan, setelah fasilitas di Rancamaya siap digunakan, siswa yang melanjutkan pendidikan tidak perlu memulai dari awal. Mereka dapat berpindah ke lokasi baru bersama guru, pendamping, dan unsur pendukung lainnya.

"Ya, nanti tinggal berpindah dan juga menempati tempat yang baru yang lebih dekat ke sana," terangnya.

Menurut Dedie, program Sekolah Rakyat merupakan program yang perlu mendapat dukungan bersama. Ia menilai, sekolah tersebut juga berperan dalam mempersiapkan siswa dari keluarga sederhana agar lebih terbiasa menjalani kehidupan di lingkungan asrama.

"Nah, sebenarnya disinilah dididik, disinilah dipersiapkan. Jadi ini, terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyiapkan Sekolah Rakyat ini," jelasnya.

Selain menekankan pentingnya pendidikan dan pembiasaan hidup di asrama, Dedie berpesan agar para siswa menjaga fasilitas yang saat ini digunakan.

Ia mengingatkan bahwa fasilitas tersebut nantinya akan digunakan kembali oleh siswa angkatan berikutnya. Karena itu, kebersihan dan kondisi sarana sekolah perlu dipelihara bersama.

"Karena nanti akan dipakai lagi oleh junior-juniornya yang baru. Jadi jangan sampai nanti anak-anak yang baru, warisannya kursi yang rusak, ruangan yang kotor, WC yang berantakan, jangan. Jadi harus sama-sama dijaga, dipelihara. Itu saja pesannya," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana