Selain Harga Cabai Rawit, Ini Sejumlah Komiditas yang Mengalami Kenaikan di Kota Cimahi 

Berdasarkan data Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah, dan Perindustrian (Disdagkoperind) mencatat, untuk komoditas cabai kenaikan masih terjadi pada jenis cabai hijau keriting yang mencapai Rp 40 ribu per kilogram.

Selain Harga Cabai Rawit, Ini Sejumlah Komiditas yang Mengalami Kenaikan di Kota Cimahi 

INILAHKORAN, Cimahi - Meroketnya harga sejumlah komoditas seperti cabai, bawang dan holtikultura lainnya di beberapa pasar tradisional di Kota Cimahi dikeluhkan para pedagang. Terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023/2024.

Berdasarkan data Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah, dan Perindustrian (Disdagkoperind) mencatat, untuk komoditas cabai kenaikan masih terjadi pada jenis cabai hijau keriting yang mencapai Rp 40 ribu per kilogram.

Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bawang, seperti bawang merah brebes yang mencapai Rp 35 ribu perkilogram, bawang merah batu Rp 28 ribu perkilogram, bawang putih Rp 35 ribu perkilogram dan bawang bombay Rp 35 ribu perkilogram.

Sedangkan untuk jenis cabai merah tanjung, cabai merah TW, cabai merah keriting dan cabai rawit merah di Kota Cimahi cenderung mengalami penurunan harga, yakni Rp 81.667, cabai merah TW Rp 61.667, cabai merah keriting Rp 61.667 dan cabai rawit merah Rp 81.667.

"Jadi masalah kenaikan harga cabai itu menjadi hal yang biasa pada momen hari-hari besar seperti Nataru 2023/2024 saat ini, karena kondisi perputaran ekonomi," kata Kepala UPTD Pasar Kota Cimahi, Andri Gunawan saat ditemui di Pasar Atas Baru Kota Cimahi, Selasa 19 Desember 2023.

Andri pun mengakui bakal ada kenaikan harga cabai rawit lantaran berdasarkan informasi dari petani ada penurunan jumlah suplai karena panennya Januari 2024.

"Untuk cabai rawit pasti naik sekarang. Apalagi, Cimahi buka kota penghasil, tapi kalau ingin mendapat cabai rawit dengan harga murah sata rekomendasikan membelinya ke ketua Paguyuban Pasar Kota Cimahi di Pasar Cimindi," jelasnya.

Andri menjelaskan, Paguyuban Pasar Kota Cimahi ini bekerjasama dengan para petani penghasil bawang dan cabai rawit di Cimenyan yang saat ini sudah berjalan.

"Dari petani Cimenyan pun sama di suplai semua kebutuhan pasar karena sudah terikat kontrak dengan pasar-pasar lain di kota-kota besar seperti Jakarta, Tangerang dan Sumatera," jelasnya.

"Alhamdulillah, kita masih bisa kerja sama meski belum maksimal," ucapnya.

Dengan demikian, apabila para pedagang Pasar Atas Baru Kota Cimahi ini ingin membeli cabai rawit dan bawang dengan harga lebih murah bisa langsung ke paguyuban.

"Hanya saja mereka tidak bisa membeli banyak karena barangnya pun terbatas. Suplai dari petani Cimenyan pun terbatas sekitar 500 kilo," ujarnya.

"Meski begitu, kami yakin harga cabai rawit bakal turun karena Januari petani sudah mulai panen," ungkapnya.

Menanggapi keluhan pedagang yang mulai sepi pembeli, Andri memastikan bakal membantu para pedagang, salah satunya dengan melakukan penjualan secara online.

"Ini mau tidak mau harus dilakukan karena kondisi perekonomian kita juga sedang turun," ujarnya.

Menurutnya, pemasaran melalui online ini merupakan salah satu strategi khusus yang bakal kita terapkan. Bahkan, pihaknya sudah bekerjasama dengan beberapa platform digital.

"Kita sudah sosialisasikan kepada seluruh pedagang. Hanya saja kita harus memahami tidak semua pedagang paham metoda ini. Kan banyak pedagang yang sudah sepuh juga, kecuali mereka yang sudah paham" ungkapnya.

Andri pun memastikan bakal terus mencari solusi baik melalui pemasaran online maupun menggelar berbagai event.

"Untuk sekarang kita berhenti dulu mengingat sekarang sudah memasuki musim Pemilu Serentak 2024," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti