Sisa Bara Tungku Diduga Picu Kebakaran Kandang Ayam di Cimahi, Kerugian Rp4 Juta
Kebakaran kandang ayam di Cimahi Utara diduga dipicu sisa bara tungku kayu bakar. Damkar mencatat kerugian materiil mencapai Rp4 juta tanpa korban jiwa.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Peristiwa kebakaran terjadi di Jalan Karya Bakti, Kampung Pasirkara Nomor 10, RT05/16, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jumat (16/10/2026) malam.
Api diketahui membakar kandang ayam milik warga, yang diduga bermula dari sisa bara tungku masak yang belum benar-benar padam. Beruntung, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp3 juta.
Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, yakni Pemilik rumah, Abdul Rojak, sebelumnya telah selesai memasak menggunakan hawu atau tungku kayu bakar dan mematikannya.
Diduga sisa bara api masih tersisa dan kemudian menyambar tumpukan kayu yang disimpan di sekitar tungku.
"Api dengan cepat merembet ke kandang ayam yang berada berdekatan dengan bangunan rumah," kata Aep dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).
Kemudian, lanjut Aep, warga yang melihat kejadian segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Laporan diterima pada pukul 21.05 WIB dan petugas tiba di lokasi hanya dalam waktu delapan menit, tepatnya pukul 21.13 WIB.
"Tiga personel dengan satu unit mobil pemadam kebakaran segera melakukan pemadaman serta pendinginan area yang terbakar," sebutnya.
Dari hasil pendataan di lapangan, ungkap Aep, luas area lokasi kejadian mencapai 490 meter persegi, dengan bagian kandang ayam yang hangus terbakar seluas sekitar 16 meter persegi.
"Total kerugian ditaksir sebesar Rp3 juta berupa kerusakan bangunan dan Rp1 juta berupa barang yang terbakar. Enam jiwa yang berada di lokasi berhasil diselamatkan dengan selamat," ucapnya.
Aep mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan bara api benar-benar padam sebelum meninggalkan tempat memasak, serta menjauhkan bahan mudah terbakar seperti kayu dari sumber panas.
"Langkah sederhana ini penting untuk mencegah kebakaran, terutama di kawasan permukiman yang memiliki bangunan saling berdekatan," tegasnya.
Editor : Ahmad Sayuti
