SNBT 2025 Tanpa Passing Grade: Kelulusan Berdasarkan 30 Persen Nilai Tertinggi per Prodi, Bukan Nilai Tertinggi Nasional Lagi!

Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 membawa angin segar sekaligus perubahan besar bagi para calon mahasiswa di seluruh Indonesia.

SNBT 2025 Tanpa Passing Grade: Kelulusan Berdasarkan 30 Persen Nilai Tertinggi per Prodi, Bukan Nilai Tertinggi Nasional Lagi!
SNBT 2025 Tanpa Passing Grade: Kelulusan Berdasarkan 30 Persen Nilai Tertinggi per Prodi, Bukan Nilai Tertinggi Nasional Lagi!

INILAHKORAN, Bandung – Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 membawa angin segar sekaligus perubahan besar bagi para calon mahasiswa di seluruh Indonesia.

Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) resmi menghapus sistem Passing Grade, dan menggantinya dengan mekanisme kelulusan yang lebih kontekstual dan adil bagi setiap peserta.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Prof. Eduart Wolok, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube SNPMB ID pada Rabu, 28 Mei 2025, menjelaskan bahwa kelulusan peserta UTBK SNBT tahun ini tidak lagi ditentukan berdasarkan peringkat nilai tertinggi secara nasional.

Sebaliknya, kelulusan ditentukan berdasarkan 30 persen peserta dengan nilai tertinggi di masing-masing program studi yang dipilih.

"Penghapusan 'passing grade' bertujuan untuk mengurangi beban calon mahasiswa. Dengan tidak ada batas ambang bawah nilai, peserta bisa fokus meraih nilai setinggi-tingginya di program studinya," ungkap Eduart seperti dikutip dari RRI.co.id.

Menurut Eduart, sistem passing grade selama ini kerap menimbulkan tekanan psikologis dan bahkan dianggap menyandera peserta. "Jadi tidak ada lagi penyanderaan terhadap peserta ya," tegasnya.

Sistem baru ini dirancang agar lebih mencerminkan keadilan dan relevansi dalam proses seleksi. Dalam praktiknya, seorang peserta dengan nilai tinggi secara keseluruhan belum tentu lolos, jika berada di prodi dengan persaingan yang sangat ketat.

Sebaliknya, peserta dengan nilai cukup baik namun berada di prodi dengan persaingan yang lebih ringan, tetap memiliki peluang besar untuk lolos.

Dengan pendekatan 30 persen terbaik di setiap prodi, peserta didorong untuk lebih strategis dalam memilih program studi, serta mempersiapkan diri secara maksimal untuk lolos di pilihan mereka masing-masing.

Meskipun sistem seleksi mengalami perubahan, kompetisi tetap sangat ketat. Berdasarkan data resmi dari SNPMB, tingkat keketatan seleksi SNBT 2025 tercatat sebesar 29,43 persen. Dari total 860.976 peserta yang mendaftar, hanya 253.421 peserta yang dinyatakan lolos.

"Masih ada sekitar 600 ribuan peserta yang belum lulus di kampus mana pun. Nanti bisa mengikuti seleksi selanjutnya yaitu seleksi mandiri," ujar Eduart.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan