Dedi Mulyadi Raih Kepuasan Tertinggi di Jawa: Warga Puas dengan Gaya Kepemimpinan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa KDM, mencatatkan prestasi gemilang dalam 100 hari masa jabatannya sebagai kepala daerah.

Dedi Mulyadi Raih Kepuasan Tertinggi di Jawa: Warga Puas dengan Gaya Kepemimpinan
Dedi Mulyadi Raih Kepuasan Tertinggi di Jawa: Warga Puas dengan Gaya Kepemimpinan

INILAHKORAN, BandungGubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa KDM, mencatatkan prestasi gemilang dalam 100 hari masa jabatannya sebagai kepala daerah.

Berdasarkan hasil survei yang dirilis oleh Indikator Politik Indonesia, Dedi dinobatkan sebagai Gubernur dengan tingkat Kepuasan publik tertinggi di antara para Gubernur di Pulau Jawa.

Peneliti utama Indikator, Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, menyampaikan bahwa 94,7 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Dedi Mulyadi, dengan rincian 41 persen menyatakan sangat puas, dan sisanya cukup puas.

“Secara keseluruhan memang Dedi Mulyadi sangat tinggi dan itu yang menjelaskan mengapa media seringkali menggelar liputan tentang KDM. Jadi ratingnya tinggi memang dan itu membedakan dengan banyak Gubernur di tempat lain,” ujar Burhanuddin Muhtadi dikutip dari ANTARA.

Dedi unggul jauh dari Gubernur lainnya. Posisi kedua dalam tingkat Kepuasan publik ditempati oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwana X, dengan 83,8 persen tingkat Kepuasan, disusul oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dengan 75,3 persen.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berada di posisi keempat (62,5 persen), Gubernur Jakarta Pramono Anung di posisi kelima (60 persen), dan Gubernur Banten Andra Soni menjadi yang terendah di daftar ini dengan 50,8 persen tingkat Kepuasan publik.

Namun menariknya, Burhanuddin menekankan bahwa Kepuasan publik terhadap seorang pemimpin tidak semata-mata dilandasi oleh kinerja teknokratik semata, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh faktor emosional atau afeksi masyarakat terhadap figur tersebut.

“Artinya, sepertinya warga Jawa Barat itu memberi kredit [kepada] Dedi Mulyadi sebagai Gubernur, tetapi kinerja pemprovnya tidak seluruhnya diapresiasi,” jelasnya.

Hal ini terlihat dari sejumlah indikator kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang justru memperoleh tingkat Kepuasan di bawah 50 persen. Beberapa di antaranya yaitu:

  • Peningkatan kualitas tenaga kerja: 47 persen
  • Pembinaan koperasi masyarakat: 43 persen
  • Kemudahan akses permodalan: 43 persen
  • Pengentasan kemiskinan: 42 persen

Dengan kata lain, citra pribadi Dedi Mulyadi sebagai pemimpin karismatik dan dekat dengan rakyat tampaknya lebih menonjol daripada hasil kerja birokrasi yang ia pimpin. Ini menjadi catatan penting dalam memahami hubungan antara pemimpin dan lembaga yang dipimpinnya.

Survei ini dilakukan terhadap warga yang memiliki hak pilih di Pulau Jawa, menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah responden bervariasi di tiap provinsi: Jakarta (500 responden), Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur (masing-masing 600 responden), serta Yogyakarta dan Banten (masing-masing 400 responden).

Wawancara dilakukan secara tatap muka, dengan margin of error berkisar antara 4,1 hingga 5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan