Susu MBG Picu Keracunan

Susu MBG Picu Keracunan
PENYEBAB KERACUNAN: Susu UHT yang mengalami kerusakan diduga menjadi penyebab 102 siswa SMPN 2 Cisarua keracunan.(INILAH/REZA ZURIFWAN)

INILAH, Bogor - Rasa susu yang berubah menjadi petunjuk awal dalam penelusuran kasus keracunan yang menimpa 102 siswa SMPN 2 Cisarua.

Susu UHT merek Diamond Full Cream yang dibagikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi salah satu produk yang diperiksa untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut.

Fima, Ketua Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Bogor Cisarua Leuwiliang 01, mengungkapkan adanya laporan mengenai susu kemasan yang diduga mengalami kerusakan. Produk tersebut sebelumnya dibagikan kepada 881 siswa SMPN 2 Cisarua.

Sejumlah siswa dilaporkan mengalami gejala pusing, mual, muntah, hingga diare. Dugaan kerusakan susu pun menjadi perhatian dalam penelusuran awal terhadap kejadian yang berdampak pada puluhan siswa tersebut.

“Dalam penelusuran awal, terdapat laporan mengenai susu kemasan Diamond UHT Full Cream yang diduga mengalami kerusakan,” kata Fima kepada wartawan, Kamis (22/10).

Hasil pemeriksaan awal terhadap kemasan menunjukkan tanggal kedaluwarsa produk tercantum pada Maret 2027. Meski belum melewati batas tersebut, tanggal kedaluwarsa tidak serta-merta menjamin produk masih layak dikonsumsi.

“Namun, ternyata kelayakan produk tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan tanggal kedaluwarsa,” tutur Fima.

Untuk memastikan kondisi produk dan menelusuri kemungkinan kaitannya dengan kejadian keracunan, sampel menu MBG telah diserahkan ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Bogor. Hasil pemeriksaan laboratorium masih dinantikan untuk memperjelas penyebab kejadian.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui kondisi produk dan kemungkinan keterkaitan dengan kejadian ini,” tambahnya.

Fima menyatakan pihak SPPG akan bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung.

Evaluasi juga akan dilakukan terhadap pengawasan mutu dan distribusi produk, disertai perbaikan sesuai hasil pemeriksaan serta arahan pihak berwenang.

“Keselamatan dan kesehatan para siswa merupakan prioritas utama kami.

Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan menyampaikan perkembangan berdasarkan informasi yang telah terverifikasi,” jelasnya.

(reza zurifwan/gin)


Editor : Inilahkoran