Syarifah Sebut Identitas Baru Kota Bogor Adalah 'Kota Sains dan Kreatif '

Kota Bogor sukses menggelar Bogor Innovation Award (BIA) 2024, hal ini makin memantapkan diri Kota Bogor sebagai kota inovasi di Indonesia. Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah.

Syarifah Sebut Identitas Baru Kota Bogor Adalah 'Kota Sains dan Kreatif '

INILAHKORAN, Bogor - Kota Bogor sukses menggelar Bogor Innovation Award (BIA) 2024, hal ini makin memantapkan diri Kota Bogor sebagai kota inovasi di Indonesia. Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah.

Syarifah mengatakan, di skala internasional ada beberapa negara yang memiliki banyak inovasi. Seperti di negara maju yakni Jepang, Korea, Singapura hingga Swiss. 

"Alhamdulillah, untuk Kota Bogor kami menambah identitas baru. Selama ini, Kota Bogor dikenal kota heritage, green city dan smart city. Identitas yang ingin kami tambah yakni kota yang scientist dan kreatif lewat inovasi," ungkap Syarifah kepada wartawan pada Minggu 8 September 2024.

Syarifah melanjutkan, kota yang memiliki banyak inovasi adalah ciri kota yang maju. Sehingga inovasi dan kreativitas harus terus dibangun agar mencapai tujuan tersebut. Inovasi yang sudah eksisting saat ini menjadi keunggulan komparatif yang dimiliki Kota Bogor.

"Apalagi kami punya banyak lembaga penelitian, perguruan tinggi yang menjadi sumber sains bagi kita semua. Kita harus sama-sama menyongsong Indonesia Emas dan mampu bersaing di dunia internasional," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kota Bogor, Rudy Mashudi mengatakan, animo masyarakat untuk mengikuti BIA cukup meningkat. Pada tahun 2024 ini, BIA diikuti oleh 209 peserta. Naik dari tahun sebelumnya yang hanya 134 peserta. Mereka semua, para pemenang juga akan mendapatkan fasilitas yakni Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

"Kami juga telah serahkan hadiah kepada para pemenang di setiap kategori. Dari SMP, SMA, Perguruan Tinggi, masyarakat dan PNS atau ASN. Dengan total hadiah Rp126 juta," pungkas Rudy.


Editor : Ahmad Sayuti