Tak Ada Demo di Kota Bandung Saat May Day, Buruh Pilih Suarakan Aspirasi di Jakarta
Para Buruh memutuskan tidak menggelar demonstrasi di dalam kota. Melainkan mengirimkan perwakilan buruh menyuarakan aspirasi langsung ke Jakarta.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Peringatan Hari buruh Internasional pada 1 Mei 2026 di Kota Bandung akan berlangsung tanpa aksi unjuk rasa di jalanan. Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Bandung memutuskan, tidak menggelar demonstrasi di dalam kota. Melainkan mengirimkan perwakilan buruh menyuarakan aspirasi langsung ke Jakarta.
Ketua SPSI Kota Bandung, Hermawan menyampaikan, rangkaian kegiatan peringatan May Day di Kota Bandung akan dipusatkan pada Minggu 3 Mei 2026 melalui kegiatan yang lebih bersifat kolaboratif dan pelayanan kepada masyarakat.
“Di Bandung kita tidak ada aksi unjuk rasa. Aspirasi teman-teman buruh akan disampaikan di Jakarta. Sementara di sini, kita pusatkan kegiatan tanggal 3 Mei dengan jalan sehat dan pelayanan publik,” kata Hermawan, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan jalan sehat tersebut, dikemukakan dia akan mengambil rute dari kawasan Balai Kota Bandung melintasi sejumlah ruas jalan di pusat kota dan diikuti sekitar 500 peserta yang berasal dari 14 serikat pekerja. Kegiatan, juga dikemas dalam semangat gerakan kota bersih dan asri.
Selain itu, SPSI Kota Bandung juga menghadirkan berbagai layanan publik di area balai kota. Masyarakat dan pekerja dapat mengakses sejumlah layanan seperti pembuatan administrasi kependudukan, bantuan sosial hingga layanan kesehatan.
Beberapa layanan yang disiapkan, antara lain pembuatan akta dan dokumen kependudukan, pasar sembako murah, pelayanan perpanjangan SIM, donor darah serta pemeriksaan kesehatan umum dan kesehatan kerja. Kegiatan, melibatkan berbagai instansi terkait mempermudah akses layanan bagi masyarakat.
“Setelah kegiatan itu, kami juga akan menyampaikan aspirasi langsung kepada Wali Kota Bandung. Banyak hal yang menjadi muatan lokal yang sampai saat ini belum maksimal direalisasikan,” ucapnya.
Hermawan, menyoroti sejumlah program yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Di antaranya penyediaan bus buruh, pembangunan perumahan bagi pekerja, penyediaan sembako murah dan program beasiswa bagi anak buruh berprestasi.
Menurutnya, beberapa program tersebut sebenarnya sudah pernah berjalan. Namun belum optimal, dan tidak mengalami penambahan signifikan sejak beberapa tahun terakhir.
“Misalnya bus buruh, dulu sempat ada tapi sekarang sudah tidak berjalan. Begitu juga dengan perumahan buruh dan beasiswa, realisasinya masih belum maksimal,” ujar dia.
Pihaknya menilai, optimalisasi program-program tersebut sangat bergantung pada komitmen dan kebijakan pemerintah daerah. Terutama dalam pengelolaan anggaran dan prioritas pembangunan.
"Dengan pendekatan yang lebih dialogis dan konstruktif, SPSI Kota Bandung berharap aspirasi para pekerja dapat lebih didengar dan ditindaklanjuti. Baik di tingkat pusat maupun daerah, tanpa harus melalui aksi unjuk rasa di jalanan," tandasnya.***
Editor : JakaPermana
