Tak Dapat Bantuan dari Pemkab, Rutilahu KakekDais Akhirnya Direnovasi Polres Bogor
AKBP Iman Imanudin menuturkan bahwa bantuan renovasi Rutilahu ini dilakukan larena sebelumnya keluarga Kakek Dais tidak dapat bantuan serupa dari Pemkab Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ciawi - Kapolres Bogor AKBP Iman Imanudin memberikan bantuan renovasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang sekaligus juga korban bencana alam angim kencang, Kakek Dais.
"Alhamdulillah hari ini kami bisa memberikan bantuan renovasi Rutilahu yang juga korban bencana alam angin lencang, semoga meringankan beban keluarga pak Dais," kata Kapolres Bogor AKBP Iman Imanudin kepada wartawan, Selasa malam, 28 Maret 2023.
AKBP Iman Imanudin menuturkan bahwa bantuan renovasi Rutilahu ini dilakukan larena sebelumnya keluarga Kakek Dais tidak dapat bantuan serupa dari Pemkab Bogor.
"Kami melengkapi peran Pemkab Bogor, Rutilahu yang belum tersentuh maka Polres Bogor memcoba untuk memberikan bantuan rehabilitasi Rutilahu," tutur AKBP Iman Imanudin.
Mantan Kapolres Kota Tanggerang Selatan inj menjelaskan, bahwa di Bulan Ramadhan tahun ini, sekaligus melaksanakan agenda buka bersama masyarakat Kabupaten Bogor yang berada di wilayah perdesaan.
"Untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, kami agendakan buka puasa bersama masyarakat yang berada di wilayah pinggiran atau perdesaan. Program ini akan kami lakukan hingga dua minggu kedepan," jelasnya.
Camat Ciawi Sutisna mengaku bersama Pedes Bojong Murni akan mengusulkan rumah pak Dais untuk mendapatkan bantuan rehabilitsi pada tahun ini atau beerikutnya.
"Kami akan usulkan ke Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKP) agar rumah pak Dais segera mendapatkan bantuan rehabilitasi Rutilahu," ungkap Sutisna.
Sedang asik tidur, Dais (70 tahun) kakek 4 orang cucu terbangun dari mimpinya pada Selasa dini hari pukul 01.00 WIB.
Mantan tukang arit di peternakan sapi milik Presiden ke 2 Soeharto di Tapos, Desa Cibedug Kecamatan Ciawi itu kaget melihat dapurnya ambruk terkena angin kencang.
Walaupun kaget, Dais mengaku sudah memprediksi sebelumnya. Apalagi Kabupaten Bogor kerap diguyur hujan deras dan angin kencang. Sementara itu, rumahnya di Kampung dan Desa Bojong Kurni di RT 14 RW 44, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor dalam kondisi tidak layak huni.
"Kaget ketika ambruk dapur, namun sebelumnya karena kondisinya tidak layak sdbagian alat-alat masak sudah ada yang dipindahkan ke ruangan lainnya," ucap Dais.
Adang (35 tahun), anak dari pasangan Dais dan Oom menuturkan bahwa rumah orang tuanya sudah pernah diusulkan mendapatkan bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu) sejak Tahun 2002 lalu.
"Sudah dua kali diusulkan ke Pemdes Bojong Murni untuk mendapatkan bantuan Rutilahu yaitu di Tahun 2002 dan 2022, namun belum ada kabar kapan dapat bantuan tersebut," tutur Adang.
Ayh satu orang anak ini menambahkan, bahwa rumah orang tuanya dalam kondisi rawan ambruk. Apalagi di bagian ruang tamu kerap kebanjiran, dikala hujan turun.
"Atap banyak yang bocor, kalau hujan pasti banjir di dalam rumah. Selain itu, kamar ayah saya juga dalam kondisi bolong karena ada pergeseran tanah hingga harus dtidur di ruang tamu setiap harinya," tambah Adang.
Pria yang sehari-hari jualan makanan oleh-oleh Moci di Kawasan Puncak ini menjelaskan karena kondisi ekonomi yang pas-pasan, dirinya kesulitan untuk merehabilitasi rumah kedua orang tuanya.
"Pendapatan saya dari jualan moci itu Rp 50 ribu, kalau lagi rezeki bisa Rp 150 ribu. Namun kalau di Bulan Suci Ramadhan, saya nganggur aja di rumah," jelasnya. (Reza Zurifwan)
Editor : Ahmad Sayuti
