Tak Mau Banyak Alasan, PSIS Semarang Akui Kualitas Persib Bandung

Pelatih PSIS Semarang, Gilbert Agius tak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas kekalahan yang dialami. Apalagi gol kedua Persib Bandung terjadi karena wasit memberikan tendangan sepak pojok. 

Tak Mau Banyak Alasan, PSIS Semarang Akui Kualitas Persib Bandung

INILAHKORAN, Bandung - Tak mau banyak alasan, PSIS Semarang akui kualitas Persib Bandung. Terbukti, Laskar Mahesa Jenar dipaksa menyerah 1-2 saat bertemu di Stadion si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu, 15 September 2024.

Pelatih PSIS Semarang, Gilbert Agius tak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas kekalahan yang dialami. Apalagi gol kedua Persib Bandung terjadi karena wasit memberikan tendangan sepak pojok. 

“Seharusnya tidak terjadi karena wasit cadangan sudah menginformasikan kepada wasit di tengah bahwa itu tidak corner. Terus apa tugas wasit cadangan itu ketika dia dapat informasi dari luar kemudian diinformasikan ke wasit tengah, kemudian wasit tengah tidak mengeksekusi apa yang disampaikan wasit cadangan. Itu yang jadi pertanyaan kita. Apa fungsinya?” kesal Gilbert Agius usai pertandingan.

Ia pun akui terdapat video assistant referee (VAR) pada laga tersebut. Namun ia memastikan hal itu tidak akan membantu karena kontroversi terjadi sebelum gol terlahir. 

“Ini bukan alasan ya. Tetap Persib adalah tim bagus,” tegasnya. 

Meski demikian, pelatih asal Malta ini harus memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang sudah berusaha menampilkan yang terbaik kendati pada akhirnya mengalami kekalahan.

“Pemain-pemain kita coba main dengan berani di babak kedua kita coba bermain dengan terbuka. Kita mendapatkan banyak peluang di situ, kita tahu bahwa Persib adalah tim yang bagus. Memang tidak mudah bermain di sini. Pemain sudah menunjukkan karakter pantang menyerah. Jadi tidak mudah bermain di sini, dan kita bangga dengan performa yang ditunjukkan para pemain,” tuturnya.

Ia tak mau menjadi jadwal padat menjadi alasan timnya kandas di laga ini. Sebab hal ini juga dialami Persib Bandung yang harus berjibaku menghadapi mepetnya jadwal pertandingan.

“Dan kita perlu sedikit berbangga diri, tidak ada pemain kita yang kram di situ. Di sisi lain mungkin dua tiga pemain dari Persib tidak tahu benar-benar kram atau faktanya mengeluhkan ada sakit di situ dan kemudian ya. Kita kalah dengan Persib karena Persib mencetak gol lebih banyak dari kita. Faktanya seperti itu,” katanya.

Disisi lain, gelandang PSIS Semarang, Boubakary Diarra sepakat dengan pernyataan sang pelatih. Menurutnya, tidak mudah dalam menghadapi Persib Bandung ini.

“Kita main bagus di sini, melawan tim yang bagus juga. Memang kita tidak dapat banyak peluang tapi pertandingan berjalan imbang. Dan kita memperlihatkan karakter kita bahwa PSIS adalah tim yang bagus di sini dan tim yang tidak mudah untuk dikalahkan, dan kita menunjukkan bagaimana tim ini punya prospek untuk di lanjutan kompetisi yang akan dihadapinya,” pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)


Editor : Ahmad Sayuti