Tangis Neymar hingga Pesta Viking, Drama Brasil vs Norwegia di Piala Dunia 2026

Tangis suporter Brasil dan pesta Viking Norwegia menjadi pemandangan kontras usai laga 16 besar Piala Dunia 2026 di New York.

Tangis Neymar hingga Pesta Viking, Drama Brasil vs Norwegia di Piala Dunia 2026
Neymar terdiam saat Timnas Brasil tersingkir lebih awal di Piala Dunia 2026 setelah dikalahkan Norwegia 1-2 pada babak 16 besar. (thephrase)

INILAHKORAN.ID - Mata yang berkaca-kaca dan nyanyian kemenangan bersahutan menjadi dua pemandangan yang kontras di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (5/7/2026) waktu setempat (Senin 6/7/2026 WIB). 

Di satu sisi, ribuan pendukung Brasil meninggalkan tribun dengan wajah lesu. Di sisi lain, suporter Norwegia larut dalam selebrasi khas Viking setelah tim kesayangannya mencatat sejarah.

Peluit panjang yang mengakhiri laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 sekaligus memisahkan dua emosi yang bertolak belakang. Brasil harus pulang lebih cepat setelah kalah 1-2 dari Norwegia, sedangkan tim asal Skandinavia itu melangkah ke perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Brasil Dominan Sepanjang Pertandingan

Bagi para pendukung Selecao, hasil tersebut sulit diterima. Mereka merasa Brasil sebenarnya tampil lebih dominan sepanjang pertandingan. 

Statistik FIFA menunjukkan Brasil melepaskan 14 tembakan, lebih banyak dibanding sembilan milik Norwegia. Namun efektivitas menjadi pembeda. Dari 14 percobaan, hanya empat yang tepat sasaran, sedangkan Norwegia mencatat lima tembakan mengarah ke gawang.

Rasa kecewa semakin mendalam karena Brasil juga memperoleh dua hadiah penalti. Namun hanya satu yang berhasil dikonversi menjadi gol melalui eksekusi Neymar pada masa injury time. 
Sebelumnya, Bruno Guimaraes gagal memanfaatkan kesempatan emas setelah tendangannya mampu dibaca kiper Norwegia, Orjan Nyland.

"Seharusnya Brasil tidak kalah dari Norwegia. Namun kami akan kembali lebih kuat. Brasil akan menjadi juara dunia pada 2030," ujar seorang pendukung Brasil yang enggan menyebutkan namanya, seperti dikutip dari ANTARA.

Harapan itu tak mampu menghapus kenyataan pahit. Ketika Erling Haaland mencetak gol keduanya pada menit ke-90, sebagian suporter Brasil memilih meninggalkan stadion sebelum pertandingan berakhir. Mereka seolah sudah menyadari mimpi meraih gelar juara dunia keenam kembali kandas.

Kekalahan tersebut menorehkan catatan yang tak diinginkan. Untuk pertama kalinya sejak menjuarai Piala Dunia 2002, Brasil tersingkir pada babak 16 besar. Dalam empat edisi sebelumnya, langkah Selecao selalu terhenti minimal di perempat final, bahkan sempat mencapai semifinal pada 2014.

Rekor Buruk Brasil atas Norwegia Berlanjut

Rekor buruk Brasil atas Norwegia juga berlanjut. Dari lima pertemuan, Selecao belum pernah sekalipun menang. Norwegia kini mengoleksi tiga kemenangan, sementara dua laga lainnya berakhir imbang.

Kekalahan itu juga menjadi penutup yang emosional bagi Neymar. Penyerang berusia 34 tahun tersebut diperkirakan telah memainkan Piala Dunia terakhirnya setelah tampil pada edisi 2014, 2018, 2022, dan 2026.

Di saat Brasil larut dalam kesedihan, suasana berbeda terlihat di kubu Norwegia. Para pemain dan suporter merayakan kemenangan dengan Viking Row, selebrasi khas Skandinavia yang menggambarkan gerakan mendayung perahu.

Di tengah lapangan, Erling Haaland memimpin rekan-rekannya melakukan selebrasi itu sambil menabuh drum. Mereka serempak meneriakkan kata "Ro", yang dalam bahasa Norwegia berarti "mendayung".

Suporter Norwegia Lakukan Viking Row

Perayaan tidak berhenti di dalam stadion. Di luar arena pertandingan, kelompok-kelompok kecil suporter Norwegia kembali melakukan Viking Row. Tanpa drum, mereka mengandalkan tepukan tangan, suara mulut, dan yel-yel yang menggema di sekitar stadion.

"Hari yang luar biasa. Ini hasil terbaik kami di Piala Dunia. Selanjutnya kami melawan Meksiko atau Inggris, tidak masalah," ujar salah seorang pendukung Norwegia.

Keberhasilan itu memang layak dirayakan. Sebelum Piala Dunia 2026, pencapaian terbaik Norwegia hanyalah mencapai babak 16 besar. Kini, mereka menembus perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Di balik keberhasilan tersebut, Erling Haaland kembali menjadi sosok sentral. Dua gol ke gawang Brasil membuat koleksi gol penyerang berusia 25 tahun itu menjadi tujuh sepanjang turnamen, atau sekitar 58 persen dari total 12 gol Norwegia di Piala Dunia 2026.

Catatan tersebut membuat Haaland sejajar dengan Lionel Messi dan Kylian Mbappe di puncak daftar sementara pencetak gol terbanyak turnamen. 

Kini, Norwegia tinggal menunggu pemenang laga Inggris kontra Meksiko untuk memperebutkan tiket menuju semifinal, sementara Brasil harus kembali menunda impian mengangkat trofi Piala Dunia yang terakhir kali mereka raih pada 2002. ***


Editor : Gin gin T Ginulur