Tegaskan Tak Gentar Hadapi Ancaman Pembunuhan, Dedi Mulyadi: Jabar Butuh Pemimpin yang Tegak Lurus

Dedi Mulyadi menanggapi dengan santai soal ancaman pembunuhan yang mengintainya.

Tegaskan Tak Gentar Hadapi Ancaman Pembunuhan, Dedi Mulyadi: Jabar Butuh Pemimpin yang Tegak Lurus

INILAHKORAN - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menunjukkan sikap tenang dan tegas setelah kembali menerima ancaman pembunuhan melalui media sosial.

Dalam menghadapi situasi yang mengusik rasa aman pribadi, Dedi memilih untuk tidak gentar dan terus menjalankan tugas pemerintahan seperti biasa.

Ancaman tersebut datang dari akun media sosial bernama provokatif “Wowo dan Dedi Mulyadi sesat!”, yang secara terbuka mengancam akan membunuhnya menggunakan bom bunuh diri dan menculik anaknya. Ironisnya, ancaman ini dilontarkan saat Dedi tengah melakukan siaran langsung kepada publik.

Namun, alih-alih meningkatkan pengamanan secara drastis, Dedi memilih untuk tetap percaya pada dukungan rakyat dan perlindungan aparat keamanan yang telah mendampinginya selama ini.

“Saya percaya rakyat Jawa Barat akan melindungi saya. Tim pengamanan dari Polda Jabar juga sudah cukup. Saya tidak merasa perlu ada pengamanan berlebihan,” ujar Dedi saat ditemui di Gedung Pakuan, Bandung.

Dedi tidak menganggap ancaman tersebut sebagai hal baru. Saat menjabat Bupati Purwakarta, ia pernah mengalami hal serupa, termasuk ancaman penculikan. Namun ia menyikapi semua itu sebagai konsekuensi dari kebijakan tegas yang mungkin tak disukai sejumlah pihak.

“Setiap pemimpin yang mengambil langkah berani, pasti ada yang tidak suka. Ada yang serius, ada yang sekadar iseng. Tapi kita harus tetap tenang dan tetap bekerja,” ucapnya.

Meski belum memutuskan apakah akan melapor ke pihak berwajib, Dedi mengaku akan mengevaluasi secara hati-hati tindakan apa yang tepat diambil. Menurutnya, penanganan kasus semacam ini perlu pertimbangan matang, termasuk dampak jangka panjang terhadap iklim demokrasi dan kebebasan berekspresi.

“Kami akan pelajari dalam dua hari ini, apakah langkah hukum perlu diambil atau tidak,” ujarnya.

Di tengah ancaman, semangat Dedi untuk menjalankan agenda pemerintahan tetap tinggi. Ia menegaskan tidak akan menghentikan aktivitas turun ke lapangan dan tetap fokus menegakkan aturan, termasuk membasmi premanisme serta menutup tambang-tambang ilegal yang merusak lingkungan.

“Saya tetap turun ke lapangan, bahkan baru kemarin saya datangi kampung preman di Depok. Ini tidak akan menghentikan saya. Target kita Jawa Barat bebas premanisme,” tegasnya.

Dengan sikap tenangnya, Dedi Mulyadi tidak hanya memperlihatkan kepemimpinan yang berani, tetapi juga komitmen kuat terhadap integritas dan keberlanjutan pembangunan di Jawa Barat. Ia menegaskan, ancaman apa pun tidak akan menyurutkan langkahnya dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berpihak pada rakyat.


Editor : Firda Rachmawati