Terungkap, Ini Alasan Persib Belum Perkenalkan Pemain Baru untuk Musim Depan
Bursa transfer Liga 1 Indonesia atau Super League musim 2026/2027 mulai memanas menyusul rencana kick off pada September 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Bursa transfer Liga 1 Indonesia atau Super League musim 2026/2027 mulai memanas menyusul rencana kick off pada September 2026.
Beberapa klub dikabarkan tengah menyusun skuat baru dan membidik nama-nama besar. Baik pemain bintang berlabel Eropa maupun pilar Tim Nasional Indonesia.
Namun hal itu tidak berlaku bagi Persib. Tim berjuluk Maung Bandung ini masih terlihat ‘senyap’ dalam melakukan perburuan pemain.
Bahkan hingga saat ini belum ada satu pun pemain baru yang diperkenalkan meski sudah melepas tiga pemain lamanya yakni Layvin Kurzawa, Federico Barba hingga Sergio Castel.
Usut punya usut, perkenalan pemain baru itu belum dilakukan lantaran sanksi FIFA kepada Persib belum dicabut. Tim kebanggaan Bobotoh ini masih masuk dalam daftar FIFA Registration Ban List.
Sanksi itu dikeluarkan FIFA akibat permasalahan administrasi yang belum diselesaikan Persib dengan mantan pemainnya Daisuke Sato.
Head of Communication PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Adhi Pratama memastikan saat ini pihaknya masih terus berupaya untuk segera menyelesaikan permasalahannya dengan Daisuke Sato.
“Masih dalam proses. Insya Allah aman,” ujar Adhi, Selasa (23/6/2026).
Sebelumnya, Deputy CEO PT PBB Adhitia Putra Herawan menjelaskan permasalahan dengan Sato ini terjadi pada tahun 2023. Saat itu, pemain berdarah Jepang itu dicoret digantikan Kevin Ray Mendoza tepat saat Bojan Hodak ditunjuk sebagai pelatih kepala menggantikan Luis Milla pada pertengahan musim.
Saat itu, lanjutnya, Daisuke Sato memang masih memiliki sisa kontrak hingga akhirnya Court of Arbitration for Sport (CAS) memutuskan agar Persib wajib membayar kompensasi terhadap pemain Timnas Filipina tersebut.
“Di peraturan FIFA itu ketika seseorang pemain atau Daisuke Sato keluar dari sebuah klub, di terminate sisa kontraknya 2 tahun. Kemudian setelah di terminate dia kerja di perusahaan lain, ketika gaji di klub lainnya lebih besar dibanding gaji dia di Persib, itu udah selesai case-nya. Tapi kalau gajinya lebih kecil, nah gaji lebih kecilnya ini kita mesti cek berapa dispute-nya. Makanya butuh waktu panjang, sekitar beberapa bulan,” katanya.
Pihaknya pun mempertanyakan gaji yang didapatkan Sato bersama klub anyarnya setelah dicoret Persib. Hingga akhirnya Persib mengajukan banding ke FIFA.
“Kayaknya enggak mungkin gaji dia segitu. Either di Filipina gajinya kecil atau kita memilih pemain yang salah, berarti kita bayarnya kemahalan,” tuturnya.
Setelah berbulan-bulan berjalan, kata Adhitia, CAS melakukan pengecekan hingga akhirnya keputusan keluar pada dua bulan lalu.
“Ternyata ya udah kita tuh dapat pengurangan. Seingat saya tuh sebelumnya Rp 3,03 (miliar). Nah, setelah ke CAS itu turun jadi Rp2,7 (miliar),” tambahnya.
Dengan kondisi ini, Adhit memaklumi Persib masuk dalam daftar ban list. Namun pihaknya tidak khawatir lantaran permasalahan ini dipastikan akan diselesaikan sesegera mungkin.
Editor : Doni Ramdhani
