Tiba di Kediaman, Jenazah Teknisi Pesawat Jatuh di BSD Dikebumikan di Desa Cihanjuang KBB

Farid Ahmad satu dari tiga korban meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat jatuh di Lapangan Sunburst, Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang Selatan, Banten sekitar pukul 13.50 WIB pada Minggu, 19 Mei 2024.

Tiba di Kediaman, Jenazah Teknisi Pesawat Jatuh di BSD Dikebumikan di Desa Cihanjuang KBB
Farid Ahmad satu dari tiga korban meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat jatuh di Lapangan Sunburst, Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang Selatan, Banten sekitar pukul 13.50 WIB pada Minggu, 19 Mei 2024.

INILAHKORAN, Ngamprah - Farid Ahmad satu dari tiga korban meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat jatuh di Lapangan Sunburst, Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang Selatan, Banten sekitar pukul 13.50 WIB pada Minggu, 19 Mei 2024.

Farid Ahmad diketahui merupakan warga Perumahan Grand Villa, Kampung Cisasawi RT 01 RW 05, Desa CIhanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten bandung Barat (KBB).

Kepergian Farid meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan orang terdekatnya. Terutama sang istri, Rina Aprianti (34) dan tiga orang anaknya yang masih berusia 5 tahun yang tak kuasa menahan tangis saat jenazah Farid Ahmad dikebumikan di TPU Kampung Cisasawi, RT 01/05, Desa CIhanjuang, Kecamatan Parongpong, bandung Barat, Senin 20 Mei 2024.

Selain dikenal sebagai sosok yang sayang terhadap sanak saudara, almarhum Farid dikenal baik, ramah, mudah bergaul serta taat beribadah. 

Karena kebaikannya, proses pengurusan jenazah di Jakarta banyak dipermudah karena dibantu rekan sejawat almarhum. 

"Pemakaman ini dihadiri pihak keluarga, sahabat karib dan teman-temannya dari Jakarta juga datang kesini," kata sepupu korban, Mustafa (23) kepada wartawan di TPU Kampung Cisasawi.

Mustafa menuturkan, kabar kecelakaan yang menimpa Farid Ahmad kali pertama diketahui oleh sang istri dari pemberitaan yang menyebar secara cepat di berbagai media.

"Apalagi soal kegiatan akan melakukan penerbangan pada hari Minggu juga diketahui oleh pihak keluarga," tuturnya.

Menurutnya, pihaknya keluarga saat ini masih syok dengan kepergian Farid. Namun, mereka sudah ikhlas lantaran peristiwa nahas itu sudah menjadi takdir.

"Intinya kami sekeluarga menerima semua kondisi dan musibah ini, semoga kami pihak keluarga diberikan ketabahan," ungkapnya.

Terkait insiden tersebut, pihak keluarga enggan banyak berkomentar. Mereka menyerahkan upaya penyelidikan penyebab kecelakaan kepada KNKT, perusahaan, dan aparat kepolisian. 

"Sisanya, kami menunggu pengumuman resmi dari aparat berwajib, pihak perusahaan, dan pihak-pihak lainnya," sambungnya.

Sementara tetangga korban Busrol Karim (54) mengaku, merasa kehilangan atas meninggalnya Farid Ahmad. Terlebih dirinya tidak setiap hari bertemu dengan almarhum yang selama ini sibuk bekerja sebagai teknisi pesawat.

"Saya terakhir ketemu empat hari ke belakang, saat ini dia naik motor dan hanya menyapa saya dan saat itu gak ada gelagat yang aneh," ucap Busrol.

Diketahui, pesawat tipe Tecnam P2006T dengan nomor registrasi PK-IFP milik Indonesia Flying Club (Perkumpulan Penerbangan Indonesia) jatuh di Lapangan Sunburst, Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang Selatan, Banten sekitar pukul 13.50 WIB, Minggu, 19 Mei 2024.

Dalam insiden nahas tersebut, tiga orang penumpang terdiri dari pilot, co-pilot, dan teknisi meninggal dunia. Pilot bernama, Pulu Darmawan, Co-pilot bernama Suanda dan teknisi bernama Farid Ahmad.

Kronologi pesawat jatuh itu berawal saat pesawat lepas landas dari Bandara Pondok Cabe menuju Bandara Khusus Salakanagara, Tanjung Lesung, Banten. Pesawat mendarat dengan selamat. Pada pukul 13.10 WIB, pesawat lepas landas untuk kembali ke Pondok Cabe. Usai lepas landas, pukul 13.43 WIB pesawat hilang kontak dan dilaporkan jatuh di BSD Tangsel. *** (agus satia negara)


Editor : JakaPermana