Timbulan Sampah Capai 250 Ton per Hari, Pemkot Cimahi Hanya Mampu Kelola 49,6 Persen

Beroperasinya TPST Utama Cimahi Selata jadi solusi Pemkot mengatasi masalah timbunan sampah yang mecapai 250 ton per hari

Timbulan Sampah Capai 250 Ton per Hari, Pemkot Cimahi Hanya Mampu Kelola 49,6 Persen
Wali Kota Cimahi Ngatiyana saat meninjau lokasi TPST Utama Cimahi Selatan yang sudah mulai beroperasi dan mampu mengurangi pengiriman sampah ke TPA Sarimukti. (Agus Satia Negara/Inilahkoran)

INILAHKORAN.ID - Cimahi kini memiliki senjata baru untuk mengatasi masalah sampah yang tak kunjung rampung dengan beroperasinya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Utama Cimahi Selatan 

Hal tersebut diklaim sebagai sebuah langkah konkret yang diharapkan mengurangi ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti dan meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah sampah.
 
Dengan timbulan sampah mencapai 234 hingga 250 ton per hari, hanya sekitar 49,6 persen yang dapat dikelola secara optimal saat ini oleh Pemkot Cimahi. 

Kondisi tersebut menjadi beban berat bagi pemerintah daerah di tengah keterbatasan lahan dan kepadatan penduduk yang tinggi.
 
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, pengelolaan sampah tak bisa lagi ditunda. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menangani limbah sedekat mungkin dengan sumbernya.
 
"Kita tidak bisa biarkan sampah menjadi ancaman bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Peningkatan kapasitas pengolahan adalah kunci untuk mengimbangi pertumbuhan timbulan sampah yang terjadi setiap tahun," kata Ngatiyana, Selasa 17 Februari 2026.
 
Ngatiyana menjelaskan, TPST Utama Cimahi Selatan dirancang dengan kapasitas 10 hingga 15 ton per hari dan akan melayani wilayah Cimahi Selatan yang menampung lebih dari separuh total penduduk Kota Cimahi. 

"Fasilitas ini dibangun di atas lahan bekas pabrik yang tidak beroperasi lagi, sehingga proses pembangunan dapat diselesaikan dengan lebih cepat," jelasnya.
 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi Chanifah Listyarini menjelaskan, angka pengelolaan di bawah 50 persen menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
 
"Penambahan TPST ini adalah bagian dari strategi pemerataan layanan dan peningkatan kapasitas pengolahan," kata Chanifah.

"Sebelumnya kita hanya memiliki TPST Sentiong dan Lebaksaat di Cimahi Utara, kini wilayah selatan juga mendapatkan akses yang sama," jelasnya.
 
Selain pengolahan utama, lanjut Chanifah, fasilitas ini juga dilengkapi unit untuk mengolah residu menjadi produk bernilai guna, seperti Refuse Derived Fuel (RDF) yang dapat dimanfaatkan industri. 

"Pemerintah daerah juga mendorong pengembangan produk lain seperti kompos berstandar, biomassa, magot kering, biji plastik, dan paving block dengan tujuan menekan jumlah sampah yang berakhir di TPA," tandasnya. ***
 


Editor : Ahmad Sayuti