Viral Video Menu MBG di Muara Badak, Ini Klarifikasi dari SPPG Kaltim

Video pembagian menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 001 Muara Badak siswa yang diberi kelapa.

Viral Video Menu MBG di Muara Badak, Ini Klarifikasi dari SPPG Kaltim
Viral menu MBG kelapa, pihak SPPG klarifikasi

INILAHKORAN.ID - Video pembagian menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 001 Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, sempat memicu perdebatan warganet.

Tayangan singkat yang memperlihatkan siswa menerima kelapa muda utuh dinilai menimbulkan persepsi keliru seolah bantuan pemerintah hanya berupa buah tersebut.

Menanggapi polemik itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Gas Alam Badak Satu memberikan klarifikasi bahwa video viral tersebut tidak menampilkan keseluruhan menu yang dibagikan kepada siswa.

Kepala SPPG Dapur Gas Alam Badak Satu, Abdi Nolima, menjelaskan potongan video berdurasi sekitar 17 detik yang beredar di media sosial hanya menyorot satu jenis sajian tanpa memperlihatkan paket makanan lengkap yang sebenarnya diterima peserta didik.

Ia menuturkan, distribusi MBG yang menjadi perhatian publik berlangsung pada Kamis (5/2) di wilayah kerja Dapur SPPG Gas Alam Badak Satu. Pada hari itu, pihak penyedia menyalurkan dua paket makanan sekaligus guna memenuhi standar kecukupan gizi.

Paket pertama berupa kudapan ringan berisi kelapa muda utuh, roti dengan taburan abon, telur rebus, serta susu kemasan. Sementara paket utama terdiri dari nasi putih, telur masak kecap, tahu goreng tepung, tumis wortel dan jagung, serta potongan buah semangka.

Menurut Abdi, dokumentasi video tersebut diunggah oleh pihak sekolah untuk memperlihatkan antusiasme siswa saat menerima bantuan pangan. Namun karena yang direkam hanya momen pembagian kelapa muda, publik akhirnya menilai program MBG di sekolah tersebut tidak sesuai harapan.

Ia mengakui, penyajian kelapa muda utuh memang bukan menu yang lazim dijumpai dalam program MBG. Kondisi ini membuat potongan video tanpa penjelasan lengkap mudah memicu berbagai spekulasi di ruang digital.

Pihak SPPG berharap masyarakat lebih berhati-hati menilai informasi di media sosial dan tidak langsung menarik kesimpulan sebelum mengetahui konteks utuh di lapangan. Program MBG, kata Abdi, tetap disusun mengikuti standar gizi untuk mendukung pemenuhan nutrisi siswa.


Editor : Firda Rachmawati