Tips Cegah Dehidrasi saat Puasa Ramadan dengan Rumus 2-4-2 saat Minum Air Putih

Twrnyata ada rumusnya dalam minum air putih selama puasa Ramadan agar kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi.

Tips Cegah Dehidrasi saat Puasa Ramadan dengan Rumus 2-4-2 saat Minum Air Putih
Ilustrasi minum air putih saat puasa bulan Ramadan.

INILAHKORAN, Bandung - Selama menjalani ibadah puasa Ramadhan, hal yang bahkan sering dilupakan adalah menjaga cairan tubuh tetap aman.

Saat ibadah puasa Ramadhan, kekurangan cairan tubuh bisa menyebabkan lemas, susah fokus bahkan mudah sakit. 

Jadi solusi sederhananyayaitu cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan perbanyak minum air putih.

Karena air putihdapat membantu aliran darah ke otak tetap lancar, mengurangi rasa pusing dan brain fog, fokus ibadah dan kerja lebih maksimal.

Dehidrasi ringan saja bisa membuat tubuh cepat lelah dan badan terasa berat, maka air putih bisa membantu metabolisme tubuh tetap optimal sepanjanh hari.

Air puting sangat berperan penting dalam proses detoks alami tubuh, distribusi nutrisi, dan menjaga sistem imun, hal ini bisa membuat puasa lebih sehat serta ibadah lebih maksimal.

air putih juga dapat mencegah dehidrasi dan sakit kepala, karena kurang minum air putih saat puasa dapat menyebabkan sakit kepala, bibir kering dan badan lemas. Dan kuncinya bukan banyak minum sekaligus tapi teratus.

Pakai Rumus 2-4-2

Agar cairan dalam tubuh tetap terjaga, sangat dihindari untuk minum air sekaligus karena hal ini justru bisa memicu Anda ingin buang air kecil lebih sering.

Maka gunakan rumus 2-4-2, yaitu 2 gelas saat buka puasa. minum satu gelas air saat buka puasa dan minum satu gelas lagi setelah sholat maghrib.

Kemudian minum 4 gelas air putih saat malam hari, setelah makan satu gelas, sebelum tarawih satu gelas, setelah tarawih satu gelas, dan sebelum tidur satu gelas.

Terkahir 2 gelas saat sahur, yaitu saat bangun tidur satu gelas dan satu gelas lagi setelah makan sahur.

Mulai dari sekarang biasakan minum air putih yang cukup, bangun kebiasaan sehat, agar menyiapkan Ramadhan lebih berkualitas.***


Editor : Irma Nurfajri