Bolehkan Lakukan Puasa Syawal Terlebih Dahulu Meski Punya Utang Puasa Qhada Ramadan?
Ada dua hukum terkait puasa Syawal dan puasa qhada, ada yang perbolehkan puasa qhada dulu ada juga yang tidak memperbolehkan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dalam hadist disebutkan bahwa Puasa Syawal dapat dilakukan selama 6 hari dan lebih afdal jika dimulai sejak tanggal 2-7 Syawal, sehari setelah Lebaran Idulfitri.
Akan tetapi, puasa Syawal juga boleh dilaksanakan secara terpisah tidak berurutan yang jelas silakukan selama bulan Syawal kecuali tanggal 1 yang jatuh pada hari Idulfitri.
Para ulama juga sepakat bahwa puasa Syawal tidak wajib dilaksanakan secara berturut-turut yang penting puasa tersebut dilakukan dalam bulan Syawal.
Yang istimewa dari puasa Syawal ini, kita bisa mendapatkan pahala seperti berpuasa setahun penuh, seperti dalam sabda Rasullullah SAW yang berbunyi:
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal maka (pahalanya) seperti berpuasa setahun penuh,” (HR. Muslim No 1164).
Akan tetapi, jika seseorang masih memiliki hutang Puasa Qhada Ramadan apakah boleh mengerjakan puasa Syawal terlebih dahulu?
Puasa Syawal dulu Baru Puasa Qhada Ramadan?
Mengenai masalah menggabungkan puasa wajib seperti puasa qhada, puasa nadzar dan puasa kafarat, serta puasa Syawal 6 hari, ada dua pendapat.
Tidak diperbolehkan menggabungkan antara puasa wajib dan puasa sunnah Syawal selama 6 hari.
Namun ada juga yang menggabungkan antara niat qhada dan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal.
Hal ini tidak boleh dilakukan karena puasa Syawal berniatan untuk menyibukkan diri dengan puasa di bulan Syawal.
Maka dari itu, ada kesimpulan yang dapat dipahami, yaitu wanita yang memiliki hutang qhada puasa, baiknya mendahulukan puasa qhada.
Namun bisa juga mendahulukan puasa Syawal dari puasa qhada jika utang puasa yang dimiliki terlalu banyak.***
Editor : Irma Nurfajri

