Bolehkah Menggabungkan Puasa Syawal dengan Puasa Sunnah Senin Kamis? Begini Hukumnya

Ternyata boleh menggabungkan puasa Syawal dengan puasa Senin Kamis karena keduanya merupakan puasa sunnah.

Bolehkah Menggabungkan Puasa Syawal dengan Puasa Sunnah Senin Kamis? Begini Hukumnya
Ilustrasi puasa sunnah.

INILAHKORAN, Bandung - Di bulan Syawal ini , ada beberapa Puasa sunnah yang bisa Kita lakukan, termasuk Puasa Senin Kamis dan Puasa Syawal.

Dalam hadist disebutkan bahwa Puasa Syawal dapat dilakukan selama 6 hari dan lebih afdal jika dimulai sejak tanggal 2-7 Syawal, sehari setelah Lebaran Idulfitri.

Akan tetapi, Puasa Syawal juga boleh dilaksanakan secara terpisah tidak berurutan yang jelas silakukan selama bulan Syawal kecuali tanggal 1 yang jatuh pada hari Idulfitri.

Para ulama juga sepakat bahwa Puasa Syawal tidak wajib dilaksanakan secara berturut-turut yang penting puasa tersebut dilakukan dalam bulan Syawal.

Yang istimewa dari Puasa Syawal ini, kita bisa mendapatkan pahala seperti berpuasa setahun penuh, seperti dalam sabda Rasullullah SAW yang berbunyi:

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal maka (pahalanya) seperti berpuasa setahun penuh,” (HR. Muslim No 1164).

Tidak hanya Puasa Syawal saja, kitajuga bisa melaksanakan puasa sunnah lainnya yaitu Puasa Senin Kamis.

Di mana puasa sunnah ini dilakukan setiap hari Senin dan Kamis selama Bulan Syawal. Namun karena Puasa Syawal dan Senin Kamis hukumnya sunnah apakah keduanya bisa digabungkan?

Menurut Ulama Syafi'iyyah, boleh untuk menggabungkan dua puasa sunnah secara bersamaan dalam hari yang sama.

Kementerian Agamaan (Kemenag) juga menyatakan hukum menggabungkan niat Puasa Syawal dengan Puasa Senin Kamis sah dan diperbolehkan.

Orang yang berniat menggabungkan Puasa Syawal dan Puasa Senin Kamis juga maka akan mendapatkan pahala keduanya menurut Syaikh Abu Bakar Syatha.***


Editor : Irma Nurfajri