Tingkatkan Kompetensi SDM: Bahasa Terasah Peluang Bertambah

PEMPROV Jabar menyiapkan program desa bahasa mulai November 2026. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja.

Tingkatkan Kompetensi SDM: Bahasa Terasah Peluang Bertambah
LOWONGAN KERJA: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memberikan penjelasan terkait lowongan kerja dalam bursa kerja daring di Karawang International Industrial City (KIIC), Jumat (9/10) lalu. Pemprov Jabar mempersiapkan program pelatihan bahasa asing yang dipusatkan di tingkat pedesaan mulai November 2026 mendatang.(ANTARA/HO PEMPROV JABAR)

Penguasaan bahasa asing menjadi salah satu bekal penting bagi tenaga kerja untuk menembus pasar kerja yang semakin luas. Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun menyiapkan program desa bahasa yang akan dimulai pada November 2026.

Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi masyarakat hingga tingkat pedesaan. Bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan Arab menjadi pilihan pembelajaran yang disiapkan pemerintah provinsi, dengan pengajar yang akan disediakan Pemprov Jabar.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, peningkatan kemampuan bahasa asing diperlukan agar masyarakat mampu memanfaatkan peluang kerja yang tersedia.

"Kami buat desa bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Jepang, dan bahasa Arab. Nanti pengajar disiapkan dari Pemprov Jabar," kata Dedi, seperti dikutip dari ANTARA, Minggu (11/10).

Menurut Dedi, kesempatan kerja di Jawa Barat cukup terbuka. Namun, peluang tersebut perlu diimbangi peningkatan kompetensi agar masyarakat memiliki daya saing, baik untuk bekerja di dalam negeri maupun di tingkat global.

Kebutuhan itu juga terlihat pada sektor pekerja migran. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat I Gusti Agung Kim Fajar mengatakan, kendala bahasa masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

Tidak sedikit pekerja yang harus kembali ke tanah air lebih awal karena mengalami hambatan komunikasi. Karena itu, keterampilan bahasa asing dinilai dapat membantu pekerja meningkatkan kemampuan sekaligus memperluas kesempatan kerja.

"Keterampilan bahasa asing akan meningkatkan level pekerja Indonesia di luar negeri," ucap Kim.

Selain menyiapkan kemampuan calon pekerja, Pemprov Jabar juga memperkuat perlindungan bagi warga yang hendak bekerja ke luar negeri. Dedi mewajibkan adanya rekomendasi resmi dari dinas tenaga kerja setempat bagi warga yang ingin menjadi pekerja migran.

Langkah tersebut ditujukan untuk menekan keberangkatan secara ilegal atau nonprosedural. Sejumlah daerah, seperti Indramayu, Karawang, dan Subang, selama ini dikenal sebagai kantong pekerja migran di Jawa Barat.

Di sisi lain, pemerintah daerah terus membuka akses informasi lowongan kerja. Bursa kerja daring digelar setiap pekan untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

Pada pekan ini, tersedia 1.112 lowongan dari 28 perusahaan. Bursa kerja tersebut disiarkan melalui akun TikTok Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (@dedimulyadiofficial) dan secara luring berlangsung di Karawang International Industrial City (KIIC). (gin)


Editor : Inilahkoran