Tirta Kahuripan Petakan Potensi Pencemaran Limbah Industri di Sungai Cikeas
Perumda Air Minum Tirta Kahuripan menelusuri Sungai Cikeas untuk mengetahui titik lokasi yang menjadi potensi pencemaran limbah terutama limnabah industri yang kerap kali mengganggu proses pengolahan air bersih di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Putri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Gunung Putri– Perumda Air Minum Tirta Kahuripan menelusuri Sungai Cikeas untuk mengetahui titik lokasi yang menjadi potensi pencemaran limbah terutama limnabah industri yang kerap kali mengganggu proses pengolahan air bersih di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Putri.
Hal itu dilakukan sebagai mitigasi risiko pencemaran limbah industri yang menyebabkan rusaknya vegetasi sungai dan mengganggu kebutuhan akan tersediaan air bersih .
Susur sungai ini diselenggarakan oleh Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi dengan titik start dari Masjid At Thohir, Tapos, Depok dan titik finish di Instalasi Gunung Putri dengan rute sungai sepanjang 36 km dan waktu tempuh 7 jam perjalanan.
Ketua KP2C Puarman mengatakan apresiasi kepada Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor yang ikut langsung melakukan susur Sungai Cikeas bersama komunitas peduli lingkungan.
"Selain untuk memetakan potensi pencemaran limbah industri, kegiatan ini mengedukasi masyarakat untuk mencintai sungai sekaligus merawat Sungai Cikeas agar tetap asri," kata Puarman kepada wartawan akhir pekan lalu.
Puarman menerangkan sepanjang susur Sungai Cikeas ditemukan beberapa lokasi yang berpotensi terjadi pencemaran limbah industri dan kerusakan vegetasi sungai seperti limbah peternakan hewan, limbah pabrik tahu, pembuangan sampah illegal hingga pembukaan lahan yang tidak semestinya hingga sampah rumpun bambu akibat erosi hingga penjarahan garis sempadan sungai.
Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Abdul Somad menuturkan kegiatan bersama KP2C ini tentu menguntungkan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan dalam hal mitigas risiko pencemaran dan risiko bencana banjir yang sering melanda Sungai Cikeas yang mengakibatkan IPA Gunung Putri tidak dapat mengolah air.
"Dengan adanya peringatan dini dari KP2C terkait banjir maupun cemaran limbah di hulu sungai akan memberikan waktu bagi Perumda Air Minum Tirta Kahuripan untuk melakukan antisipasi lebih awal agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar dan memaksimalkan pasokan air di recevoir untuk tetap menjaga pengaliran air bersih tetap normal di saat kritis tersebut," tutur Abdul Somad.
Ia melanjutkan, kedepannya kegiatan susur sungai bersama ini akan berlanjut dan direncanakan akan melibatkan dinas terkait di Kabupaten Bogor untuk melihat langsung keadaan vegetasi Sungai Cikeas yang terdampak limbah industri maupun pembukaan lahan yang tidak sesuai aturan dan diharapkan pemberian sanksi yang tegas.
"Langkah edukasi untuk menjaga vegetasi sungai yang menjadi sumber air baku Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor akan terus kami laksanakan," lanjutnya. (Reza Zurifwan)
Editor : Ahmad Sayuti
