Tiru Sang Kakak, Kaesang Bagi-bagi Buku Tulis Usai Salat Jumat 

Meniru sang kakak, Gibran Rakabuming Raka yang membagikan buku tulis di Solo, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep membagikan buku tulis usai salat Jumat di Masjid Jami Al-Huda, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Tiru Sang Kakak, Kaesang Bagi-bagi Buku Tulis Usai Salat Jumat 
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep membagikan buku tulis usai salat Jumat di Masjid Jami Al-Huda, Cempaka Putih, Jakarta Pusat./inilah.com

INILAHKORAN, Jakarta-Meniru sang kakak, Gibran Rakabuming Raka yang membagikan buku tulis di Solo, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep membagikan buku tulis usai salat Jumat di Masjid Jami Al-Huda, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.


Kaesang tiba di Masjid Al-Huda pukul 11.43 WIB mengenakan pakaian koko putih dan berencana untuk salat Jumat di sana sekaligus mengadakan kegiatan makan siang bareng warga Cempaka Putih.


Pantauan Inilah.com di lokasi, sekitar pukul 12.30 WIB tim dari Kaesang sudah siaga di depan masjid dengan memegang tumpukan buku. Usai para jemaah berhamburan keluar masjid, mereka langsung membagikan buku tulis itu ke semua kalangan.


Jemaah baik di sekitar masjid maupun di luar nampak menyerbu untuk mendapatkan buku tulis itu. Sampul buku depan itu bertuliskan 'Rajin Belajar dan Membaca adalah Jalan Ninjaku' dengan gambar karakter doodle di sekitarnya.


Sementara untuk di sampul belakang, terdapat tulisan Kaesang Pangarep berikut dengan hiasan karakter doodle. Di dalamnya, ternyata terdapat tulisan 'Salam Penuh Sayang' beserta tanda tangan Kaesang.


Usai salat, Kaesang nampak mengunjungi rumah yang diduga pengurus masjid tersebut. Setelah keluar, Kaesang nampak dikejar oleh anak-anak untuk meminta foto bersama dan bersalaman.
    
Aksi serupa juga dilakukan wakil presiden terpilih Gibran di Surabaya, Kamis (6/6/2024). Selain buku, ia juga membagikan susu dan gantungan kunci ke anak-anak SD Margorejo IV. Uniknya, buku tersebut bergambarkan sang putra, Jan Ethes. Sedangkan gantungan kunci bergambarkan dirinya dengan karakter tokoh kartun Naruto.


"Ini ya adik-adik, ada susu dan buku tulis. Jangan berebut, jangan berebut," ujar Gibran kepada puluhan siswa di halaman sekolah, Kamis (6/6/2024).


Para siswa-siswi SD yang mengetahui kedatangan Gibran itu langsung bergegas menuju halaman sekolah dan berebut pemberian susu, buku dan gantungan kunci dari Gibran tersebut. Anak-anak SD itu saling berhimpitan berteriak-teriak sambil menjulurkan tangan mereka mendekati Gibran.


Buku bergambar Jan Ethes pun mendapat kritikan dari beberapa pihak, salah satunya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Hasto menilai perbuatan Gibran merupakan cerminan bagaimana dirinya mendidik anak bangsa. Ia pun bercerita pengalamannya ketika mendapat pembagian buku dari pemerintah.


Diakuinya, sampul buku yang diberikan bukan bergambar anak seorang Wakil Presiden terpilih. "Ketika saya kecil buku-buku itu dibagi gambar pahlawan nasional, pahlawan Diponegoro, Jendral Sudirman kemudian Bung Karno, Bung Hatta, Raden Ajeng Kartini. Itu dulu ketika kami kecil," ujarnya di Jakarta, Sabtu (8/6/2024) malam.


Kritikan ini pun disambut Gibran dengan permintaan maaf. Ia bedalih buku tersebut sudah dicetak sebelum dirinya menjabat sebagai wali kota Solo. "Ya, mohon maaf ya. Itu kan bukunya sudah ada dari 4 tahun terakhir," ujar Gibran di Solo, Kamis (13/6/2024).*** (inilah.com)


Editor : JakaPermana