Trump Yakin Saat Ini Waktu Tepat Akhiri Perang Ukraina, Bertemu Zelenskyy Pekan Ini

Presiden AS Donald Trump menilai saat ini merupakan momentum terbaik mengakhiri perang Ukraina. Trump dijadwalkan bertemu Presiden Volodymyr Zelenskyy.

Trump Yakin Saat Ini Waktu Tepat Akhiri Perang Ukraina, Bertemu Zelenskyy Pekan Ini
Presiden AS Donald Trump menilai saat ini merupakan momentum terbaik mengakhiri perang Ukraina. Trump dijadwalkan bertemu Presiden Volodymyr Zelenskyy.

INILAHKORAN.ID-Presiden Amerika Serikat Donald Trump meyakini saat ini merupakan momentum yang tepat untuk mengakhiri perang di Ukraina. Keyakinan tersebut muncul menjelang pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Washington yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa waktu setempat.

Laporan CNN, Senin (27/7/2026), mengutip seorang pejabat Amerika Serikat yang menyebut penyelesaian konflik Rusia-Ukraina akan menjadi agenda utama dalam pembicaraan kedua pemimpin.

"Sekarang adalah waktunya mengakhiri perang di Ukraina," kata sumber yang dikutip CNN.

Pertemuan Trump dan Zelenskyy diperkirakan akan difokuskan pada upaya mempercepat proses perdamaian yang selama ini masih menemui berbagai kendala.

Sebelumnya, media Newsmax melaporkan pada Sabtu (25/7/2026) bahwa kedua pemimpin dijadwalkan bertemu di Washington untuk membahas langkah-langkah diplomatik dalam mengakhiri perang yang telah berlangsung selama beberapa tahun.

Pemerintah Amerika Serikat berharap dialog tersebut dapat membuka peluang baru bagi terciptanya penyelesaian damai antara Ukraina dan Rusia.

Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya juga menyatakan negaranya masih membuka peluang dialog dengan Amerika Serikat terkait penyelesaian konflik di Ukraina.

Dalam pernyataannya pada 28 Juni 2026, Putin mengatakan pembicaraan diperkirakan dapat kembali berjalan setelah ketegangan akibat konflik Iran mulai mereda.

Menurut Putin, Rusia siap melanjutkan negosiasi sekaligus membahas seluruh isu yang sempat dibicarakan dalam dialog di Anchorage pada Agustus 2025.

Sinyal serupa juga disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov saat bertemu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio di Manila, Filipina, pada Kamis (23/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Lavrov kembali menegaskan kesiapan Moskow untuk mencari penyelesaian politik dan diplomatik atas konflik di Ukraina.

Meski demikian, Rusia tetap menegaskan penolakannya terhadap berlanjutnya pengiriman bantuan persenjataan dari negara-negara Barat kepada pemerintah Ukraina di Kyiv.

Rangkaian pertemuan antara pejabat tinggi Amerika Serikat, Rusia, dan Ukraina dalam beberapa pekan terakhir dinilai menjadi sinyal meningkatnya aktivitas diplomasi untuk mengakhiri perang.

Pertemuan Trump dengan Zelenskyy dipandang sebagai salah satu momentum penting yang berpotensi menentukan arah proses negosiasi sekaligus membuka peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu mendatang.***


Editor : JakaPermana